Teheran – Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran meluncurkan rudal balistik ke arah Israel pada kamis (13/6). Serangan ini disebut sebagai balasan atas serangan udara Israel sebelumnya yang menewaskan beberapa komandan tinggi militer Iran di Damaskus, Suriah.
Laporan BBC menyebutkan bahwa rudal-rudal Iran menyasar wilayah Tel Aviv dan beberapa instalasi militer Israel. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat sebagian besar proyektil yang diluncurkan dari wilayah Iran. Namun, sejumlah ledakan tetap terdengar di sekitar Tel Aviv, memicu kepanikan warga sipil.
Pihak Kementerian Pertahanan Iran menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan respons atas terbunuhnya Brigadir Jenderal Mohammad Reza Zahedi, salah satu komandan senior Pasukan Quds, dalam serangan Israel terhadap kompleks diplomatik Iran di Damaskus pada awal April lalu. Pernyataan resmi Iran menyebut serangan ke Tel Aviv sebagai bentuk pembalasan yang sah terhadap agresi militer Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa negaranya akan merespons setiap ancaman dengan kekuatan penuh. Pemerintah Israel juga dilaporkan tengah mempertimbangkan aksi militer lanjutan terhadap fasilitas strategis di Iran. Sejumlah warga di wilayah utara Israel telah dievakuasi, sementara pasukan cadangan disiagakan penuh.
Sementara itu, Amerika Serikat, PBB, dan Uni Eropa menyerukan kedua negara untuk menahan diri dan menghindari eskalasi lebih lanjut. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi yang memburuk, sementara Sekjen PBB António Guterres memperingatkan bahwa konflik terbuka antara Iran dan Israel dapat mengguncang stabilitas kawasan secara luas.
Ketegangan antara kedua negara telah berlangsung selama bertahun-tahun, namun peristiwa terbaru ini memperlihatkan bahwa konflik kini telah memasuki fase yang lebih terbuka dan berisiko tinggi. Dunia internasional kini menyoroti perkembangan terbaru ini dengan penuh kecemasan, khawatir akan pecahnya perang skala penuh di kawasan Timur Tengah. <spl>





Komentar