Makassar – Seorang ibu muda berinisial N (25) yang membunuh bayi kini menjalani pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi, Makassar, setelah diduga membunuh bayinya sendiri. Kasus ini mengejutkan warga karena pelaku memukuli kepala bayi berusia dua bulan menggunakan toples di kamar rumahnya di Jalan Pampang II, Lorong V, Kecamatan Panakukang, Jumat (4/7) malam.
Ketua Tim Reaksi Cepat Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) UPT PPA Makassar, Makmur Payabo, menjelaskan bahwa sejak awal pelaku menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan. “Dari raut wajah dan cara bicaranya, terlihat ada keanehan. Saat ini dia sudah dirawat di RS Jiwa,” ujarnya, Selasa (8/7).
Tim medis yang menangani Pemeriksaan kejiwaan di RSKD, menduga N mengalami tekanan mental berat dan trauma pascapersalinan. Observasi awal menunjukkan gejala sindrom baby blues dan kemungkinan gangguan psikologis lebih serius seperti psikopati.
“Kadang dia bicara, kadang hanya diam dan menatap kosong. Indikasi awal menunjukkan gangguan mental. Tapi kami masih terus melakukan observasi lebih lanjut,” ungkap Makmur.
Meski telah berstatus tersangka, UPTD PPA Pemkot Makassar tetap memberikan pendampingan dan bantuan hukum kepada pelaku. Lembaga tersebut juga rutin memantau perkembangan kondisi kejiwaannya di rumah sakit.
“Dia belum pernah mengakui membunuh anaknya. Kami terus berkoordinasi dengan pihak keluarga dan kepolisian untuk memastikan hak-haknya tetap terlindungi,” tambah Makmur.
Sementara itu, Kepala Unit Reskrim Polsek Panakukang, Iptu Muhammad Rijal, menyatakan bahwa penyidik telah menetapkan N sebagai tersangka berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi. Namun, karena keterangannya berubah-ubah, polisi mendalami kemungkinan gangguan kejiwaan.
“Kami berkoordinasi dengan RSKD Dadi untuk memastikan kondisi pelaku. Pemeriksaan tetap didampingi pihak PPA dan LBH Makassar, agar penanganan berjalan profesional,” jelas Rijal.
Hingga kini, penyidik masih menunggu hasil lengkap dari tim medis untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Polisi tetap mengutamakan pendekatan yang sensitif mengingat pelaku adalah perempuan dengan kondisi mental yang belum stabil. <spl>





Komentar