Mamuju – Pemerintah Kabupaten Mamuju menggelar rapat paripurna istimewa pada Senin (14/7) di Gedung DPRD untuk memperingati Hari Jadi Mamuju ke-485. Perayaan bertema “Mamuju Keren untuk Semua” ini menjadi panggung bagi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), untuk menegaskan arah pembangunan Sulbar yang lebih inklusif.
SDK menekankan bahwa pemerintah provinsi akan terus memperkuat masyarakat kecil dan melanjutkan program yang berdampak langsung. Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Pusat memberikan alokasi dana sebesar Rp150 miliar untuk Mamuju. Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan sektor perikanan, memperbaiki infrastruktur, dan membangun wilayah pesisir.
Ia juga menyoroti persoalan konektivitas. Menurutnya, keterbatasan jadwal penerbangan Mamuju–Makassar menghambat mobilitas warga. Saat ini, penerbangan hanya tersedia tiga kali dalam seminggu. Untuk itu, SDK mendorong pembukaan rute ke Tana Toraja dan Luwu Utara agar konektivitas antardaerah meningkat dan ekonomi bergerak lebih cepat.
Di sektor pendidikan, SDK menginstruksikan kebijakan literasi baru. Seluruh siswa SMA/sederajat di Sulbar wajib membaca 20 buku selama masa studi. Ia menetapkan dua buku wajib yang mengangkat kisah tokoh lokal seperti Andi Depu dan Baharuddin Lopa. Tujuannya ialah menanamkan nilai-nilai lokal dan memperkuat budaya baca.
SDK juga meminta pemerintah pusat segera mencabut moratorium pemekaran daerah. Ia menilai bahwa Mamuju layak naik status menjadi kota madya. Dengan status itu, pelayanan publik dan pembangunan kota akan berkembang lebih cepat dan efisien.
Menanggapi isu lingkungan, SDK menyampaikan bahwa pemerintah siap berdialog dengan masyarakat. Ia meminta agar aspirasi disampaikan dengan tertib dan damai, tanpa anarkisme.
Peringatan Hari Jadi Mamuju ke-485 ini sekaligus menjadi momentum refleksi bagi seluruh pihak untuk mewujudkan kota yang modern, ramah lingkungan, dan terbuka bagi semua. Pemerintah berkomitmen melanjutkan pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada rakyat.





Komentar