Bone – Untuk pertama kalinya, Sulawesi Selatan menghadirkan ajang balap drag race malam hari melalui event Bhayangkara Drag Night Kapolres Bone Cup yang berlangsung pada 26–27 Juli 2025. Panitia menetapkan lintasan Sudirman di pusat kota Watampone sebagai arena utama untuk memeriahkan Hari Bhayangkara ke-79.
Ketua DMS Otomotif Club, Heru, yang juga menjabat Sekretaris Panitia, menegaskan bahwa komunitas otomotif Sulsel menyambut ajang ini dengan semangat tinggi. Ia menyebut event ini sebagai momentum penting bagi para pencinta otomotif untuk menyalurkan hobi secara positif, terarah, dan legal.
“Ini peluang emas bagi para pecinta otomotif untuk tampil dan menunjukkan kemampuan di balapan resmi. Apalagi ini drag race pertama yang berlangsung malam hari di Sulsel,” tegas Heru pada Minggu, (20/7).
Tim panitia langsung menata berbagai aspek teknis, mulai dari panggung utama, pagar pengaman, hingga zona penonton dan area kaki lima. Mereka terus mematangkan persiapan demi memastikan kenyamanan serta keamanan bagi seluruh peserta dan penonton.
Panitia juga mulai menyebarkan undangan resmi kepada para pejabat daerah dan tokoh masyarakat, sambil menggencarkan promosi event melalui berbagai kanal. Heru pun mengajak warga Bone untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan acara.
“Ini bukan sekadar perlombaan, tapi bentuk apresiasi terhadap kreativitas komunitas otomotif. Ayo ramaikan dan sukseskan bersama,” serunya.
Wakapolres Bone, Kompol Antonius Tutleta, yang memimpin langsung kepanitiaan, mengungkapkan antusiasme luar biasa dari peserta lintas daerah. Ia menekankan bahwa panitia membatasi kuota peserta demi menjaga kualitas dan keselamatan lomba. Ia juga menjelaskan rincian biaya pendaftaran: Rp500 ribu bagi yang mendaftar sebelum 24 Juli, Rp550 ribu setelahnya, dan Rp600 ribu saat hari H.
Total Hadiah Capai Ratusan Juta Rupiah
Panitia telah menyiapkan total hadiah sebesar Rp214.450.000 untuk para juara dari berbagai kelas. Ajang ini menghadirkan dua kategori besar: Kelas Open dan Kelas Bracket, yang mencakup beragam spesifikasi motor mulai dari bebek 4-tak, matic, sport 2-tak, hingga bracket time dari 8 hingga 10 detik.
Warga Bone menyambut antusias event ini. Melda, warga Tanete Riattang Timur, mengaku tidak sabar menunggu balapan malam yang pertama kali diadakan di daerahnya. “Pasti lebih seru karena suasananya beda. Kami juga bisa jualan di sekitar lokasi acara,” ujarnya.
Edy, salah satu peserta dari luar daerah, rutin berlatih tiap akhir pekan untuk mempersiapkan diri. “Saya sudah siap bertanding. Targetnya tentu menang, tapi kalau belum rezeki, setidaknya saya dapat pengalaman berharga,” ungkapnya.
Dengan langkah berani ini, Bone mencatat sejarah baru dalam kalender otomotif Sulsel. Event ini bukan hanya menghadirkan tontonan spektakuler, tetapi juga membuka ruang ekspresi positif bagi generasi muda pecinta kecepatan.





Komentar