Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Ekonomi Gaya Hidup Otomotif

PLN Bantu KUBE Bengkel di Bantaeng, Omzet Tembus Rp40 Juta

UBE Langit Bengkel yang menjadi percontohan pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi PLN UIP Sulawesi

BantaengPLN UIP Sulawesi melalui Proyek Sulsel perkuat peran sosial lewat Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). PLN mendampingi KUBE “Langit Bengkel” di Dusun Ma’Lero, Desa Biangloe, Pa’jukukang, Bantaeng sebagai wujud konkret program ini.

General Manager PLN UIP Sulawesi, Kuncoro Adi, menyampaikan bahwa program TJSL ini telah berjalan sejak 2024 dan mulai menunjukkan hasil positif.
“Sejak 2024, PLN mendampingi KUBE ‘Langit Bengkel’ di Dusun Ma’Lero dan Alhamdulillah sekarang sudah kelihatan hasilnya,” ujar Kuncoro saat ditemui di Makassar, Rabu (6/8).

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

Pendampingan tersebut menyasar pemberdayaan pemuda di wilayah sekitar proyek infrastruktur kelistrikan nasional, seperti pembangunan SUTT 150 KV Punagaya–Bantaeng yang saat ini dalam tahap prakonstruksi. PLN mendorong terbentuknya KUBE sebagai solusi atas tingginya angka pengangguran di daerah tersebut.

Langit Bengkel Bukti Pemberdayaan Berkelanjutan

Melalui pelatihan keterampilan dasar, pemberian bantuan peralatan, serta pendirian bengkel, para pemuda yang tergabung dalam KUBE kini memiliki sumber penghasilan yang dapat menghidupi keluarga mereka. Kuncoro menekankan bahwa tim PLN merancang inisiatif ini untuk menciptakan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

PLN juga melakukan pengukuran dampak program secara objektif menggunakan metode Social Return of Investment (SROI) dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).
“Hasilnya sangat menggembirakan, nilai SROI sebesar 2,78 dan IKM mencapai 3,84 poin, yang keduanya masuk kategori sangat baik,” jelas Kuncoro.

Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak

Ketua KUBE “Langit Bengkel”, Idrus Solihin, mengakui besarnya dampak dari pendampingan ini.
“Pelanggan makin banyak, bahkan bengkel kami direkomendasikan dari mulut ke mulut,” ungkap Idrus.
Ia menambahkan bahwa pendapatan awal mereka yang hanya sekitar Rp2 juta hingga Rp6 juta per bulan kini meningkat signifikan.
“Sekarang, omzet sudah di atas Rp10 juta, bahkan pernah tembus Rp40 juta saat musim panen,” lanjutnya.

Menurut Idrus, pelanggan biasanya datang setelah menjual hasil panen dan memperbaiki sepeda motornya di bengkel tersebut. PLN, pemerintah desa, dan para mitra lapangan bekerja sama mendukung keberhasilan KUBE Langit Bengkel.

Melalui inisiatif seperti ini, PLN menunjukkan komitmen terhadap pembangunan sosial-ekonomi masyarakat sekitar proyek, bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik bagi warga.

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *