Close sidebar
Advertisement Advertisement
Makassar Politik Sulsel

Tanggapi Demo Mahasiswa UNM, DPRD Sulsel Siap Berdiri di Sisi Rakyat

Foto Wakil ketua DPRD Sulsel saat menemui masa aksi di Depan Gedung DPRD

Makassar – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, menyatakan dukungan penuh terhadap aspirasi mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi bertajuk Indonesia Sold Out, Kita Belum Merdeka. Dalam orasinya di hadapan massa aksi, Sufriadi menegaskan bahwa dirinya bangga dapat berdiri bersama para mahasiswa, karena ia sendiri pernah berada di barisan perjuangan ketika masih menjadi aktivis di Jakarta.

“Saya selalu mengatakan, kami ini adalah parlemen perjuangan, sementara adinda-adinda mahasiswa adalah parlemen jalanan. Karena itu saya meminta agar jangan pernah berhenti mengawasi kinerja DPRD,” ujar Sufriadi, pada Senin (25/8).

Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Raih Juara 1 Favorit Poster Nasional Business Plan Competition

Ia menekankan bahwa fungsi pengawasan terhadap DPRD justru paling kuat datang dari masyarakat, terutama mahasiswa. Menurutnya, keberanian mahasiswa dalam mengawal kebijakan menjadi penting agar DPRD benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kelompok tertentu.

Dalam kesempatan itu, Sufriadi hadir bersama sejumlah legislator lain, di antaranya Heri Wawan dari Partai Demokrat dan Salman dari fraksi P3. Ia menjelaskan, setiap anggota DPRD memiliki tugas mengontrol arah kebijakan pemerintah provinsi, termasuk soal keuangan daerah agar berpihak pada rakyat.

Sufriadi juga menyinggung polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) di Bone dan Jeneponto. Ia mengaku telah menggelar pertemuan dengan Gubernur, Kapolda, Pangdam, bupati, dan wali kota se-Sulsel untuk menyuarakan penolakannya. “Kalau mau meningkatkan pendapatan asli daerah, jangan jadikan rakyat sebagai korban lewat pajak. Cari sumber lain yang lebih tepat,” tegasnya.

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

Ia pun mendorong agar setiap kebijakan daerah melibatkan diskusi dengan berbagai pihak, termasuk aktivis mahasiswa, demi menjaga kondusivitas Sulawesi Selatan.

Menutup pernyataannya, Sufriadi menyatakan sepakat dengan sebagian besar tuntutan mahasiswa, terutama penolakan RKUHP bermasalah dan penulisan ulang sejarah bangsa. “Atas nama pribadi dan sebagai Wakil Ketua DPRD Sulsel, saya menyetujui aspirasi ini. Saya akan berjuang bersama mahasiswa, dan mendorong agar sikap DPRD Sulsel juga sejalan dengan perjuangan rakyat,” tandasnya.

Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *