Maros – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maros kembali menunjukkan komitmen sosialnya melalui kegiatan bertajuk Lebaran Yatim 1447 H yang berlangsung pada Jumat, (04/07). Dalam acara ini, Kemenag Maros menyalurkan 500 paket sembako kepada anak yatim, penyandang disabilitas, dan warga kurang mampu. Kegiatan ini sekaligus memperingati 10 Muharram atau Hari Asyura, yang oleh masyarakat luas dikenal sebagai momen penuh makna untuk berbagi.
UPZ Kemenag Maros Salurkan Zakat ASN
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Maros secara konsisten menghimpun zakat penghasilan dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap bulan. Dana yang berhasil terkumpul tersebut kemudian mereka salurkan melalui berbagai program sosial, termasuk pembagian sembako pada peringatan Lebaran Yatim ini.
Penyelenggara Zakat Wakaf, Hj. Zubaidah, menyampaikan bahwa semangat berbagi dari para ASN menjadi kekuatan utama kegiatan ini. “Kami menyalurkan zakat ASN langsung kepada masyarakat yang paling membutuhkan. Ini menjadi bukti bahwa zakat mampu menjembatani empati dan aksi,” ujar Zubaidah.
Lebih lanjut, tim UPZ mengemas bantuan dalam bentuk paket berisi beras, gula, minyak goreng, mi instan, dan biskuit. Mereka juga melakukan pendataan sebelumnya untuk memastikan bahwa seluruh paket benar-benar diterima oleh sasaran yang tepat.
Tokoh Agama dan ASN Hadiri Acara
Sementara itu, sejumlah tokoh agama dan pimpinan lembaga turut hadir memberikan dukungan penuh. Di antaranya adalah Ketua MUI Maros KH. Syamsul Khalik, Pimpinan Baznas Nuraini Hutajulu, dan Ketua BWI Maros H. Said Patombongi. Selain itu, para kepala seksi, kepala KUA, dan Kasubbag TU Abd. Kadir juga turut serta dalam kegiatan ini.
Dalam sambutannya, Abd. Kadir menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program Muharram Peace yang Kementerian Agama selenggarakan secara nasional. “Kami ingin ASN Kemenag tidak hanya menjalankan tugas administratif, tapi juga terlibat aktif dalam kegiatan sosial. Semangat berbagi seperti ini harus terus tumbuh,” katanya.
Tradisi Lebaran Anak Yatim di Indonesia
Di Indonesia, masyarakat telah lama mengenal 10 Muharram sebagai Lebaran Anak Yatim. Tradisi ini mendorong umat Islam untuk menyantuni anak-anak yatim melalui bantuan langsung dan perhatian yang lebih besar. Banyak lembaga dan komunitas juga melaksanakan kegiatan serupa untuk membahagiakan mereka yang kehilangan orang tua.
Dengan demikian, kegiatan semacam ini tidak hanya memberikan manfaat secara material, tetapi juga menciptakan ikatan emosional dan spiritual yang lebih kuat antara masyarakat dan kelompok rentan.
Zakat Sebagai Instrumen Sosial
Kemenag Maros secara nyata menjadikan zakat ASN sebagai alat pemerataan sosial yang efektif. Mereka mengelola dana zakat dengan transparan dan tepat guna. Di sisi lain, para ASN juga menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi agen perubahan melalui kepedulian terhadap kebutuhan sosial masyarakat sekitar.
Oleh karena itu, program ini menunjukkan bahwa zakat tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga membawa dampak sosial yang sangat luas.





Komentar