Bulukumba – Suasana apel gabungan OPD Pemerintah Kabupaten Bulukumba pada Senin (3/11/2025), mendadak menarik perhatian. Dalam kegiatan di halaman Kantor Bupati, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf atau Andi Utta menyoroti sejumlah daerah di Indonesia yang gagal mengelola keuangan hingga tak mampu membayar gaji ASN.
Sekretaris Daerah Bulukumba, Muh Ali Saleng, mewakili pemerintah daerah memaparkan hasil Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program Kementerian Dalam Negeri di IPDN Jatinangor. Ia menyebut 143 daerah di Indonesia tidak lagi sanggup memenuhi kewajiban dasar, bahkan gagal membayar gaji ASN, namun Bulukumba berada dalam kondisi aman dan stabil.
“Capaian ini berkat arahan pimpinan daerah yang tegas menekan pemborosan serta memastikan setiap rupiah anggaran memberi manfaat nyata bagi rakyat,” ujar Ali Saleng. Ia menambahkan, masih banyak daerah yang menghabiskan dana untuk kegiatan seremonial tanpa memberi dampak langsung pada masyarakat.
Efisiensi Anggaran Jadi Kunci Bulukumba Gaji ASN
Kementerian Dalam Negeri memberi peringatan keras kepada daerah yang gagal memenuhi standar pelayanan minimal. Pemerintah pusat menegaskan setiap penggunaan anggaran harus berdampak langsung pada masyarakat.
Menanggapi hal itu, Bupati Andi Utta menegaskan bahwa efisiensi sudah menjadi budaya kerja Pemkab Bulukumba sejak tiga tahun terakhir. Menurutnya, dengan prinsip efisiensi, banyak program strategis yang bisa terwujud dan memberikan hasil nyata.
“Apa yang pemerintah pusat lakukan sekarang, sudah kita jalankan sejak tiga tahun lalu. Dengan efisiensi, banyak program strategis bisa kita wujudkan,” ujarnya.
Andi Utta juga mengingatkan seluruh ASN agar terus berinovasi dan bekerja cepat. Ia menegaskan ASN yang malas berinovasi atau tidak berintegritas akan evaluasi.
“Sekecil apa pun anggaran yang kita kelola, harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tidak ada tempat bagi pemborosan di Bulukumba,” tegasnya menutup apel gabungan tersebut.





Komentar