Pangkep – Tim SAR gabungan menemukan badan pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak dalam penerbangan Yogyakarta–Makassar di puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026) pagi.
Tim SAR memperoleh petunjuk awal setelah menerima laporan temuan serpihan pesawat di kawasan Bulusaraung. Petugas kemudian mengerahkan tim darat menuju puncak gunung. Pada pukul 07.33 WITA, tim menemukan serpihan jendela pesawat di lokasi tersebut.
Tak lama berselang, tepat pukul 08.02 WITA, tim SAR kembali menemukan serpihan badan pesawat di puncak Bulusaraung.
Cuaca Ekstrem Hambat Evakuasi di Puncak Bulusaraung
Angin kencang dan kabut tebal langsung menghambat proses evakuasi setelah tim menemukan badan pesawat. Kondisi cuaca ekstrem membuat tim SAR belum dapat melakukan penurunan personel secara optimal di lokasi kejadian.
Basarnas menyampaikan pasukan darat telah memastikan keberadaan badan pesawat dan saat ini menjalankan proses identifikasi lanjutan. Sementara itu, helikopter SAR terus mencari titik terdekat untuk menurunkan personel ke lokasi pesawat.
Jurnalis KompasTV di Maros, Gufran Lamatha, melaporkan tim SAR masih menyiapkan skema evakuasi sambil menyisir area sekitar Bulusaraung. Petugas fokus mencari korban serta kotak hitam pesawat yang hingga kini belum ditemukan.
“Tim SAR gabungan menemukan serpihan jendela pesawat berukuran kecil. Tidak jauh dari titik pertama, tim kembali menemukan badan pesawat dan bagian ekor di lereng utara Puncak Bulusaraung,” ujar Gufran dalam program dikutip dari News KompasTV.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso menjelaskan tim patroli udara pertama kali mendeteksi indikasi keberadaan pesawat pada pukul 07.17 WITA. Pesawat patroli melihat serpihan berwarna putih di sekitar Gunung Bulusaraung.
Helikopter SAR segera melakukan konfirmasi visual atas temuan tersebut. Tim SAR darat kemudian memastikan serpihan besar pesawat berada di sisi utara puncak Bulusaraung pada pukul 08.02 WITA dan menemukan badan pesawat beberapa menit kemudian.
Edy menegaskan proses evakuasi masih bergantung pada kondisi cuaca, terutama kecepatan angin yang tinggi dan jarak pandang terbatas akibat kabut.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar menyatakan tim memprioritaskan pencarian korban. Ia menambahkan evakuasi akan mengandalkan jalur udara jika cuaca memungkinkan, namun tim tetap menyiapkan jalur darat sebagai alternatif.
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menilai medan Bulusaraung sangat ekstrem. Kabut tebal dan angin kencang pagi ini membatasi pergerakan helikopter di area puncak gunung.
“Kondisi medan sangat ekstrem dan cuaca di lokasi kejadian cukup berkabut,” ujar Bangun dalam konferensi pers, Minggu (18/1).





Komentar