Close sidebar
Advertisement Advertisement
Kesehatan Peristiwa

ODGJ Bersenjata Diamankan di Pekkae Barru, Polisi Tegaskan Langkah Cepat Demi Keamanan Warga

Ilustrasi

Barru – Kepanikan sempat melanda warga Kelurahan Pekkae, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, pada Jumat sore, 16 Mei 2025. Seorang pria dengan gangguan jiwa (ODGJ) terlihat berkeliaran di jalan poros sambil menenteng sebilah parang yang masih tajam. Berkat laporan cepat masyarakat, tim patroli Polres Barru segera tiba di lokasi dan berhasil menenangkan serta mengamankan pria tersebut tanpa perlawanan berarti.

Kapolsek Tanete Rilau, Iptu Arman, menjelaskan bahwa petugas sempat membentuk perimeter agar warga tidak mendekat.

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

“Prioritas kami adalah keselamatan publik dan individu bersangkutan. Negosiator mendekatinya secara persuasif selama hampir 15 menit sebelum akhirnya kami berhasil mengambil senjatanya,” ungkapnya.

Setelah diamankan, pria berinisial AK (33) langsung dibawa ke Puskesmas Pekkae untuk pemeriksaan medis awal. Pihak keluarga mengonfirmasi bahwa AK pernah menjalani perawatan kejiwaan namun kambuh akibat tidak rutin mengonsumsi obat.

“Kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan RSJ Dadi Makassar agar AK mendapat penanganan lebih lanjut,” tambah Iptu Arman.

Gempa M 7,6 Guncang Bitung, BMKG Catat 186 Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara

Kejadian ini memicu diskusi soal minimnya pengawasan pasien ODGJ di wilayah pedesaan. Kepala Dinas Sosial Barru, Hj. Nur Aini, menegaskan pentingnya program pendampingan keluarga.

“Kami akan menggencarkan edukasi agar keluarga pasien rutin memeriksa stok obat dan memanfaatkan layanan kesehatan gratis,” ujarnya.

Warga setempat bernapas lega setelah situasi terkendali. “Tadi jalan sempat macet karena semua orang menjauh. Syukurlah polisi sigap, tidak ada yang terluka,” kata Firman, saksi mata.

RDP DPRD Gowa Berujung Somasi Media, Mekanisme Rapat dan Kebebasan Pers Dipertanyakan

Polres Barru mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat perilaku mencurigakan atau berbahaya, terutama yang melibatkan ODGJ. “Penanganan dini bisa mencegah insiden lebih serius,” tutup Kapolsek.

Dengan langkah cepat aparat dan sinergi lintas instansi, insiden ini berakhir tanpa korban, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental di tengah masyarakat. <spl>

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *