Close sidebar
Advertisement Advertisement
Entertainment Internasional Peristiwa

Fakta Tragedi di Balik Layar: Influencer Meksiko Valeria Márquez Tewas Ditembak Saat Live TikTok

Meksiko – Pada Selasa (13/5), dunia maya dikejutkan oleh peristiwa tragis yang menimpa Valeria Márquez, seorang influencer kecantikan berusia 23 tahun asal Meksiko. Saat melakukan siaran langsung di TikTok dari salonnya, Blossom The Beauty Lounge, di Zapopan, Jalisco. Valeria ditembak mati oleh seorang pria bersenjata yang masuk ke dalam salon dan menembaknya di kepala dan dada. Kejadian ini disaksikan langsung oleh para pengikutnya di platform tersebut.

Beberapa saat sebelum penembakan, Valeria sempat mengungkapkan kekhawatirannya terhadap seorang pria yang sebelumnya datang ke salonnya dengan membawa hadiah mahal. Dalam siaran langsungnya, ia mengatakan, “Mungkin mereka akan membunuhku,” menunjukkan rasa takutnya terhadap situasi yang mencurigakan.

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

berikut ini beberapa fakta yang terungkap atas penembakan Valeria Márquez, dilansir dari USA Today, Minggu (18/5). Seorang pria tak dikenal mendekati Marquez saat dia sedang melakukan siaran langsung di TikTok dari salonnya.Percakapan tersebut, yang terdengar di TikTok, dimulai sekitar pukul 18.30.Penyerang itu menanyakan nama Marquez dan menembaknya di dada dan kepala setelah mengonfirmasi identitasnya.Penembak melarikan diri dari salon dengan sepeda motor, menurut laporan dari media lokal.Siaran itu diputus oleh salah satu teman Valeria Marquez, yang juga berada di salon.Beberapa jam sebelum penembakan, Valeria Marquez memberi tahu para pengikutnya bahwa dia khawatir tentang paket-paket mencurigakan dan pesan-pesan yang meresahkan, memberi tahu mereka bahwa dia ingin keluar dari sana.Kantor Kejaksaan Agung Jalisco saat ini tengah menyelidiki kematian Marquez sebagai pembunuhan berencana, pembunuhan yang disengaja dengan motif terkait gender.Jenazah Marquez dilaporkan telah diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarganya.Keluarga tersebut menggelar upacara pemakaman untuk Marquez di Guadalajara pada tanggal 14 Mei, sehari setelah ia ditembak mati di salonnya.

Pihak berwenang setempat tengah menyelidiki kasus ini sebagai femisida, yaitu pembunuhan terhadap perempuan yang didorong oleh kebencian terhadap gender. Mereka juga mempertimbangkan kemungkinan keterlibatan kelompok kriminal terorganisir dalam insiden ini.

Kematian Valeria menyoroti tingginya tingkat kekerasan terhadap perempuan di Meksiko, di mana rata-rata 10 perempuan dibunuh setiap harinya. Insiden ini memicu kemarahan publik dan seruan untuk tindakan lebih tegas dari pemerintah dalam menangani kasus-kasus femisida dan kekerasan berbasis gender di negara tersebut. <spl>

Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *