Sorong – Warga di kawasan KPR Residen, Jalan Malibela, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Papua Barat Daya, digemparkan dengan penemuan janin bayi terkubur di halaman depan sebuah rumah tak berpenghuni. Penemuan mengejutkan ini terjadi pada Sabtu (24/5/2025), dan diduga kuat merupakan hasil praktik aborsi ilegal.
Pemilik rumah, Badaria, yang hanya sesekali mengunjungi rumah tersebut karena belum ditempati secara permanen, menceritakan bahwa kejadian bermula saat ia tengah membersihkan halaman. Ia mencium aroma tidak sedap yang berasal dari tanah di dekat halaman depan. Saat diselidiki lebih lanjut, Badaria menemukan dot bayi yang mencurigakan di sekitar lokasi.
“Saat kami bongkar tanah itu, ada kain dan bercak darah. Kami langsung lapor polisi. Diduga kuat ini janin bayi hasil aborsi, lalu dikubur untuk menghilangkan jejak,” ujar Badaria kepada wartawan.
Seorang saksi mata, Muna, yang tinggal tak jauh dari rumah tersebut, mengungkapkan bahwa dua hari sebelum penemuan, ia melihat pasangan pria dan wanita misterius datang ke lokasi. Keduanya menggunakan sepeda motor dan mengenakan helm, kemudian menggali tanah di depan rumah.
“Saya pikir itu pemilik rumah, mereka berdua sempat datang siang hari dan malamnya kembali lagi untuk membakar lilin di sekitar lokasi galian,” kata Muna.
Muna mengaku sempat tidak menaruh curiga karena mengira keduanya adalah pemilik rumah. Namun setelah mendengar laporan bau menyengat dan kabar dari Badaria, ia baru menyadari kejanggalan dari aktivitas pasangan misterius tersebut.
Kapolsek Sorong Timur, AKP La Ode Zamri, membenarkan adanya penemuan tersebut dan menyampaikan bahwa saat ini penyidikan tengah berlangsung. Pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari para saksi di lokasi untuk mengungkap identitas pelaku.
“Sementara anggota lakukan pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) di lapangan,” ujar Zamri.
Penemuan janin bayi ini menambah daftar panjang kasus dugaan aborsi ilegal yang tersembunyi dan menjadi perhatian serius masyarakat serta aparat penegak hukum di wilayah Papua Barat Daya. <spl>





Komentar