Close sidebar
Advertisement Advertisement
Makassar Peristiwa

Polisi Tangkap 24 Anggota Geng Motor Warbis di Makassar Usai Insiden Penyerangan Remaja Masjid dengan Busur Panah

Makassar – Polisi berhasil mengamankan 24 orang yang diduga sebagai anggota geng motor Warbis, terkait insiden penyerangan terhadap remaja masjid di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Penangkapan dilakukan di beberapa lokasi berbeda pada dini hari Minggu, 1 Juni 2025. Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, menegaskan bahwa para pelaku tidak menyerang masjid secara langsung seperti yang sempat beredar di masyarakat.

Menurut Arya, kejadian bermula saat kawanan geng motor melintas di depan masjid menggunakan motor dengan knalpot brong yang berisik. Hal ini memancing reaksi dari para remaja yang sedang berada di sekitar masjid hingga terjadi teguran dan cekcok antara kedua belah pihak. “Mereka lewat, motornya bunyi brong, sehingga warga di dalam masjid keluar dan menegur,” jelas Arya.

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

Situasi memanas ketika geng motor mengejar para remaja tersebut, namun bukan dengan tujuan menyerang masjid. Arya menambahkan, kasus ini masih dalam penyelidikan untuk mengungkap peran masing-masing pelaku. Dari keterangan awal, kelompok ini kerap melakukan aksi teror rolling di wilayah Makassar.

Sebelumnya, warga di Kelurahan Pisang Selatan, Kecamatan Ujung Pandang, sempat melaporkan insiden geng motor yang datang secara tiba-tiba dan mengejar anak-anak yang sedang bermain bola di sekitar masjid. Menurut salah satu tokoh masyarakat setempat, Yusman Hasan, kawanan geng motor tersebut bahkan sempat melepaskan anak panah busur di lokasi kejadian, serta membawa senjata tajam seperti pedang dan samurai yang sempat dipatahkan.

Beruntung, tidak ada korban luka dalam insiden ini. “Alhamdulillah tidak ada yang terkena busur panah, meskipun mereka sempat melepaskan anak panah di sekitar lokasi,” ungkap Yusman.

Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak

Polisi kini terus mendalami kasus ini untuk memastikan motif dan keterlibatan para pelaku dalam sejumlah aksi kriminal lain di Makassar. <spl>

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *