Makassar — Ribuan jemaah haji asal Embarkasi Makassar kini tengah menjalani rangkaian puncak ibadah haji di Tanah Suci, yang dimulai dari wukuf di Arafah, dilanjutkan ke Muzdalifah, dan Mina untuk melontar jumrah. Proses puncak haji ini berlangsung dengan tertib di bawah koordinasi petugas haji Indonesia.
Koordinator Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja (Daker) Makkah, Widi Dwinanda, menyampaikan bahwa seluruh jemaah, termasuk yang berasal dari Embarkasi Makassar, saat ini berada di masa puncak ibadah yang memerlukan kesiapan fisik dan mental.“Wukuf adalah puncak ibadah haji, dan menjadi momen paling sakral. Seluruh jemaah diharapkan fokus dan menjaga kondisi kesehatan selama prosesi,” kata Widi, Rabu (4/6).
Widi menambahkan, jemaah dari Embarkasi Makassar termasuk dalam rombongan kloter yang dijadwalkan mengikuti wukuf pada 9 Zulhijah 1446 H. Sebanyak lebih dari 7.000 jemaah dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan sebagian dari Maluku telah bergabung dalam rombongan tersebut.“Setelah wukuf, jemaah akan bermalam di Muzdalifah untuk mengumpulkan batu, lalu melanjutkan ke Mina guna melaksanakan lontar jumrah,” jelas Widi.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Khaeroni, mengimbau jemaah agar menjaga stamina dan mengikuti arahan dari petugas.“Saya minta kepada seluruh jemaah untuk tidak memaksakan diri. Taati instruksi petugas agar ibadah berjalan lancar,” tegas Khaeroni.
Ia juga menekankan pentingnya kekompakan dan saling membantu di antara jemaah dalam menghadapi prosesi puncak haji.“Ini adalah ibadah yang sangat berat. Kita harus saling tolong-menolong dan menjaga satu sama lain,” ujarnya.
Hingga saat ini, tidak ada laporan serius mengenai kondisi kesehatan jemaah dari Embarkasi Makassar. Petugas medis tetap bersiaga di seluruh titik penting pelaksanaan ibadah, termasuk Arafah, Muzdalifah, dan Mina. <spl>





Komentar