Bantaeng – Pemerintah Kabupaten Bantaeng menunjukkan komitmen dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui keikutsertaan dalam Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II yang digelar secara nasional pada Kamis,(5/6).
Kegiatan panen raya yang dipusatkan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat ini dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui sambungan virtual. Acara ini merupakan bagian dari upaya nasional mewujudkan ketahanan pangan berbasis teknologi dan modernisasi pertanian, dengan memanfaatkan alat mesin pertanian (Alsintan) jenis corn harvester.
Di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, pelaksanaan panen raya juga dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri T.655 berkapasitas 1.000 ton jagung yang berlokasi di Kelurahan Gantarangkeke, Kecamatan Gantarangkeke.
Peletakan batu pertama ini turut dihadiri oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Brigjen Pol Nasri, S.I.K., M.H., bersama unsur Forkopimda Kabupaten Bantaeng dan Bupati Bantaeng, H. M. Fathul Fauzy Nurdin (Uji Nurdin).
Presiden Prabowo dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, serta masyarakat dalam meningkatkan produksi pangan nasional, khususnya jagung. Ia menyatakan keyakinannya bahwa swasembada jagung nasional bisa tercapai dalam waktu kurang dari tiga tahun, dengan dukungan penggunaan varietas unggul dan kecukupan pupuk.
“Cita-cita kita bukan hanya swasembada, tetapi juga menjadi lumbung pangan dunia. Kita harus jadi solusi untuk negara-negara yang sedang dilanda kelaparan dan kekeringan,” ujar Prabowo dalam sambungan virtual yang diikuti 18 Polda dan jajaran Polres se-Indonesia.
Bupati Uji Nurdin menyambut baik pembangunan gudang jagung tersebut dan menyebutnya sebagai langkah konkret dalam mendukung produktivitas serta stabilisasi harga jagung di wilayahnya.
“Alhamdulillah, Kabupaten Bantaeng menjadi salah satu dari dua titik di Sulawesi Selatan yang mendapatkan fasilitas gudang jagung ini. Gudang ini penting untuk menyerap hasil panen masyarakat dan menjaga kestabilan harga jagung,” ungkap Uji Nurdin.
Menurut data Badan Pangan Nasional, produksi jagung nasional pada 2024 meningkat sebesar 5,3% dibanding tahun sebelumnya, dan Sulawesi Selatan tercatat sebagai salah satu daerah penyumbang terbesar produksi jagung nasional.
Program pembangunan gudang jagung oleh Polri ini juga merupakan bagian dari kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Pertanian, Kepolisian RI, serta pemerintah daerah, yang bertujuan untuk memperkuat infrastruktur distribusi pangan di daerah-daerah produktif. <spl>





Komentar