Tel Aviv – Pemerintah Israel bantah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang secara resmi menyatakan terjadinya bencana kelaparan di Gaza. Tel Aviv menegaskan bahwa laporan itu tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Israel Bantah PBB soal Laporan Kelaparan Gaza
Kementerian Luar Negeri Israel menegaskan tidak ada kelaparan di Gaza. Mereka menuding laporan PBB berdasar pada “kebohongan Hamas” yang diproses melalui organisasi dengan kepentingan politik tertentu. Bantahan itu muncul setelah panel Integrated Food Security Phase Classification (IPC) yang berbasis di Roma, Italia, mengumumkan bahwa kelaparan terjadi di Kota Gaza dan mencakup sekitar 20 persen wilayah Jalur Gaza.
Israel menolak klaim tersebut dengan tegas. Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan bahwa dalam beberapa pekan terakhir mereka berhasil mengirim bantuan pangan besar-besaran ke Gaza. Distribusi itu, menurut mereka, menurunkan harga bahan pokok secara signifikan. Bahkan, pejabat Israel mengklaim upaya itu berhasil meredakan ketegangan sosial di beberapa daerah.
Selain itu, Israel menilai laporan IPC tidak objektif. “Hasil penilaian ini hanyalah dokumen politik yang tidak relevan,” tegas Kementerian Luar Negeri Israel. Oleh karena itu, Tel Aviv menuntut penilaian baru yang lebih seimbang, transparan, dan menyeluruh.
Sementara itu, Coordinator of Government Activities in the Territories (COGAT), badan di bawah Kementerian Pertahanan Israel, juga menolak temuan PBB. Mereka menilai laporan itu mengabaikan upaya Israel menstabilkan situasi kemanusiaan di Gaza dan hanya memakai data parsial. Di sisi lain, COGAT menekankan bahwa distribusi logistik berjalan lancar dan kemudian menambah pasokan air bersih bagi warga sipil.
Proyeksi Kelaparan Meluas ke Wilayah Palestina
Dalam laporan resminya, IPC menyebut kelaparan akan meluas ke wilayah Deir el-Balah dan Khan Younis pada akhir September. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi hampir dua pertiga wilayah Palestina. PBB menekankan bahwa setidaknya 500.000 orang di Gaza kini menghadapi ancaman serius kelaparan.
Kepala bantuan PBB Tom Fletcher menegaskan bahwa komunitas internasional harus bergerak lebih cepat, karena waktu terus berjalan dan situasi kemanusiaan memburuk dari hari ke hari.
Meski menghadapi bantahan, PBB tetap menegaskan temuan mereka. Badan dunia itu untuk pertama kalinya secara resmi mengumumkan adanya bencana kelaparan di kawasan Timur Tengah. Meskipun kritik Israel terus berlanjut, PBB menegaskan bahwa krisis pangan yang kini melanda Gaza harus segera ditangani dengan langkah nyata agar tidak meluas ke wilayah Palestina lainnya. Pada akhirnya, organisasi tersebut mengingatkan dunia bahwa konsekuensi kemanusiaan akan semakin parah jika semua pihak gagal mengambil tindakan segera.





Komentar