Makassar — Di tengah derasnya arus informasi dan tekanan ekonomi global, nilai-nilai Pancasila tetap menjadi fondasi yang kokoh bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini ditegaskan oleh akademisi dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Dr. Hadawiah Hatita, dalam pernyataannya pada Minggu (1/6), bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila.
Menurutnya, tantangan zaman kini tak hanya berupa perubahan teknologi, tetapi juga derasnya disinformasi yang berpotensi memecah belah persatuan. Meski demikian, Pancasila dengan lima silanya dinilai tetap relevan sebagai penuntun moral bangsa.
“Tantangan itu termasuk derasnya arus informasi dan tekanan ekonomi saat ini. Di era digital, banyak informasi berseliweran tanpa filter, sering kali membawa disinformasi yang bisa menggoyahkan persatuan dan toleransi,” kata Hadawiah.
Ia menekankan bahwa prinsip-prinsip Pancasila seperti keadilan sosial, ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan musyawarah memiliki peran penting dalam membentuk sikap bijak masyarakat dalam menghadapi perubahan.
Bagi generasi muda, khususnya Generasi Z dan Alpha, Pancasila tetap relevan jika dikemas dengan pendekatan yang sesuai zaman. Nilai-nilainya dinilai mampu beradaptasi dengan konteks digital dan globalisasi yang mereka hadapi sehari-hari.
“Tantangan utama mungkin terletak pada cara mengemas Pancasila agar tidak terasa jadul bagi generasi saat ini, perlu pendekatan yang kreatif dan edukasi yang berbasis pengalaman dapat menjadi kunci agar nilai-nilai Pancasila tetap berakar dalam kehidupan mereka,” ujarnya.
Hadawiah juga mendorong agar Pancasila tetap menjadi bagian penting dalam kurikulum pendidikan nasional. Ia menilai penting bagi generasi mendatang untuk memahami sejarah perjuangan bangsa, agar mereka dapat menghargai jerih payah leluhur dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Pernyataan ini menegaskan bahwa meski zaman berubah, Pancasila tetap menjadi jangkar ideologis bangsa Indonesia—bukan sekadar simbol, melainkan panduan yang hidup dan relevan dalam setiap lini kehidupan masyarakat. <spl>





Komentar