Makassar — Pemalakan jual beli stiker terjadi pada saat Perkenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Makassar (UNM). Kejadian tersebut terjadi di belakang Menara Pinisi UNM pada Senin (11/8/2025).
MR, mahasiswa baru yang menjadi korban, menceritakan secara rinci pengalamannya. Ia membeli stiker seharga Rp10 ribu dari seseorang yang mengaku sebagai senior kampus. Menurutnya, transaksi itu tidak bersifat sukarela karena pelaku menyertakan kewajiban tambahan saat pembelian almamater.
“Awalnya dia bilang pembelian almamater harus disertai stiker dan gantungan kunci. Sekarang dia sedang memperjuangkan aturan itu lagi,” ungkap MR.
Mahasiswa asal Luwu ini mengaku tidak menduga ajakan pelaku akan berujung pada transaksi seperti itu. Saat awal bertemu, MR mengira mereka hanya akan berbincang santai. “Saya tidak tahu, karena saya dari luar kota. Saya kira hanya mau cerita-cerita saja,” tuturnya.
Dalam obrolan singkat tersebut, MR juga sempat mendengar pengakuan pelaku mengenai identitasnya. Pelaku mengklaim berasal dari Fakultas Bahasa. “Tadi dia cerita bahwa dia dari bahasa, Bahasa Mandarin,” ujar MR.
Fenomena seperti ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa baru. PKKMB seharusnya menjadi ajang pembekalan ilmu, pengenalan budaya akademik, dan penguatan solidaritas antaranggota civitas akademika. Namun, munculnya praktik pemalakan justru merusak citra kegiatan tersebut.
Sejumlah mahasiswa baru mulai mempertanyakan komitmen penyelenggara dalam menciptakan lingkungan PKKMB yang aman dan kondusif. Mereka berharap pihak universitas segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan praktik serupa, termasuk memberikan sanksi kepada oknum yang memanfaatkan momen pengenalan kampus untuk mencari keuntungan pribadi.





Komentar