Bulukumba – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulukumba mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul tingginya curah hujan yang berpotensi memicu bencana tanah longsor. Empat kecamatan telah ditetapkan sebagai zona rawan longsor, yakni Kajang, Herlang, Bulukumpa, dan Kindang.
Kepala BPBD Bulukumba, Andi Hasbullah, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Abdul Haris, menyampaikan bahwa kondisi geologis dan intensitas hujan yang tinggi membuat wilayah-wilayah tersebut sangat rentan. “Ada empat kecamatan yang saat ini masuk dalam kategori rawan bencana longsor, yaitu Kindang, Kajang, Bulukumpa, dan Herlang,” ujar Abdul Haris kepada media, Minggu (15/6).
Ia mengungkapkan, beberapa hari lalu telah terjadi tanah longsor di Kecamatan Kajang yang menyebabkan kerusakan pada satu unit rumah warga. Peristiwa tersebut menjadi peringatan akan potensi bencana yang lebih besar jika tidak diantisipasi.
Menurut Abdul Haris, tanah longsor terjadi akibat pergerakan material lereng seperti batuan, tanah, dan bahan campuran yang meluncur ke bawah karena pengaruh air dan gravitasi. Kondisi ini umumnya terjadi pada daerah dengan karakteristik:
- Kemiringan lereng lebih dari 20 derajat
- Lapisan tanah yang tebal di atas lereng
- Tata guna lahan yang buruk
- Lereng gundul akibat deforestasi
- Retakan pada bagian atas tebing
- Adanya mata air atau rembesan air di lereng
- Pembebanan berlebih seperti bangunan rumah di atas lereng
“Hujan deras dan kondisi tanah yang kering sebelumnya menjadi penyebab utama. Air hujan yang meresap ke dalam tanah menambah bobot. Jika mencapai lapisan tanah kedap air, maka tanah menjadi licin dan mudah tergelincir,” jelasnya.
Abdul Haris menambahkan bahwa BPBD telah menyiagakan tim dan logistik di sejumlah titik rawan serta terus memantau curah hujan. Pihaknya juga meminta warga untuk segera melapor jika melihat tanda-tanda longsor seperti munculnya retakan tanah, suara gemuruh, atau perubahan bentuk lereng. “Langkah antisipasi adalah kunci. Kesadaran masyarakat untuk tidak membangun di atas lereng curam dan menjaga vegetasi di daerah bukit juga sangat penting,” tegasnya.
BPBD mengimbau agar warga di empat kecamatan tersebut mengikuti arahan petugas, menjauhi lereng saat hujan deras, dan aktif memantau kondisi sekitar untuk meminimalisir risiko korban jiwa. <spl>





Komentar