Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Peristiwa Sulsel

Nenek di Takalar Tewas Tenggelam di Sungai Kale Lantang, Warga Temukan Jenazah Setelah Dua Jam Pencarian

Potret saat penemuan jasat

Takalar – Seorang lansia bernama Daeng Cora (65) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Kale Lantang, Desa Kale Lantang, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa pagi (17/6). Korban diketahui tinggal seorang diri dan diduga mengalami gangguan daya ingat.

Dari keterangan sejumlah warga, Daeng Cora yang diketahui hidup sebatang kara dan diduga mengalami gangguan daya ingat, sempat terlihat keluar rumah sekitar pukul 08.00 WITA tanpa arah tujuan jelas. Beberapa warga sempat melihatnya berjalan menuju sungai dengan membawa sebuah sapu.

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

“Saya lihat beliau lewat di kebun saya, terus jalan ke arah sungai,” kata salah satu saksi mata, Daeng Nappa. Kesaksian serupa juga disampaikan oleh anak-anak yang bermain di sekitar lokasi, termasuk Daeng Lurang, yang menyaksikan korban masuk ke sungai sebelum akhirnya tenggelam.

Begitu kabar tenggelamnya korban menyebar, warga segera menghubungi petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Takalar. Tim gabungan segera dikerahkan untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian.

“Setelah kurang lebih satu jam pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa,” ujar Mohammad Said, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Takalar. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke daratan dan dibawa ke rumah duka di Dusun Je’nematallasa untuk disemayamkan.

Tiga Pemuda di Parepare Bobol Mobil, Gasak 45 Senjata Mainan Senilai Rp15 Juta

Kanit Reskrim Polsek Polongbangkeng Selatan, Ipda Syamsuddin, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap keterangan para saksi serta keluarga korban. “Kami masih menggali informasi untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kematian korban,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya perhatian terhadap para lanjut usia, khususnya mereka yang hidup sendiri dan memiliki kondisi kesehatan yang rentan. Pendampingan dan pengawasan lebih intensif terhadap lansia menjadi hal yang krusial guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. <spl>

Gempa M 7,6 Guncang Bitung, BMKG Catat 186 Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *