Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Peristiwa Sulsel

Mahasiswa Desak DPRD Tutup Tambang, Aksi Berakhir Ricuh

Ilustrasi

Enrekang – Aksi unjuk rasa yang digelar puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Enrekang diwarnai bentrokan dengan aparat kepolisian, Kamis (19/6). Aksi berlangsung di depan kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Gedung DPRD Kabupaten Enrekang.

Mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan terkait persoalan lingkungan hidup yang dinilai tidak ditangani serius oleh pemerintah daerah dan DPRD setempat.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Dalam orasi mereka, para demonstran menyampaikan empat tuntutan utama, yakni:

  1. Mendesak DPRD untuk menutup tambang galian C yang diduga tidak mengantongi izin.
  2. Mempertanyakan lemahnya pengawasan DPRD terhadap alih fungsi lahan di wilayah Enrekang.
  3. Mendesak DPRD dan Pemda untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.
  4. Mendesak DPRD dan Pemda menyelesaikan persoalan pengelolaan sampah di Kabupaten Enrekang.

Kericuhan terjadi ketika massa aksi mencoba masuk ke dalam area kantor DPRD untuk menyampaikan tuntutan secara langsung. Aparat keamanan yang berjaga menghalau aksi tersebut, sehingga terjadi saling dorong dan ketegangan antara mahasiswa dan petugas.

Meski situasi sempat memanas, aksi akhirnya dapat dikendalikan setelah dilakukan mediasi oleh pihak keamanan. Namun, mahasiswa menyatakan akan kembali turun aksi jika tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti.

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari DPRD maupun Pemkab Enrekang terkait tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa. <spl>

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *