Parepare – Suasana duka menyelimuti warga Jalan Andi Mappagulung, Kelurahan Bukit Indah, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, setelah Jumriani Kadir (45), seorang wanita dengan kondisi obesitas ekstrem, meninggal dunia pada Senin pagi (23/6). Dengan bobot tubuh mencapai 300 kilogram, proses pemakaman almarhumah dilakukan secara khusus menggunakan mobil crane milik Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Parepare.
Camat Soreang, Awaluddin, membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, Jumriani menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 08.00 Wita di kediamannya akibat sesak napas yang diduga dipicu oleh serangan jantung. “Almarhumah meninggal di rumah karena sesak napas, kemungkinan juga karena serangan jantung,” ujarnya saat ditemui awak media.
Proses pemakaman dilakukan sekitar pukul 11.30 Wita di pekuburan keluarga yang terletak di Jalan Taebe. Karena bobot jenazah yang cukup berat, peti kayu tempat almarhumah disemayamkan diangkat ke liang lahat menggunakan alat bantu crane milik Damkar dengan dukungan personel BPBD dan petugas pemadam. “Jenazah dimasukkan ke dalam peti kayu agar lebih mudah diangkat, lalu dibantu mobil crane damkar untuk memindahkannya ke dalam liang lahat,” jelas Awaluddin.
Jumriani diketahui meninggalkan tiga orang anak. Di mata tetangga dan pemerintah setempat, ia dikenal sebagai sosok yang ceria dan ringan tangan dalam membantu sesama. “Kesehariannya dikenal periang dan selalu bersedia membantu orang lain. Kepergiannya tentu menjadi duka bagi banyak orang,” kata Camat Soreang mengenang.
Diketahui sebelumnya, pada Januari lalu, Jumriani sempat dievakuasi ke RSUD Andi Makkasau oleh petugas Damkar karena mengalami kesulitan bergerak. Evakuasi dilakukan setelah adanya laporan warga terkait kondisinya yang memerlukan penanganan medis. “Kami saat itu menerima laporan adanya pasien dengan berat sekitar 300 kg yang butuh dievakuasi ke rumah sakit,” jelas Fransiscus, Kepala Bidang Penanggulangan dan Penyelamatan Damkar Parepare, dalam pernyataannya pada 8 Januari lalu. <spl>





Komentar