Close sidebar
Advertisement Advertisement
Uncategorized

Konflik Lahan PTPN, Ribuan Pekerja Tuntut Pemkab Takalar

Potret saat demo berlangsung

Takalar Ribuan pekerja PTPN I Regional 8 bersama petani tebu rakyat dari berbagai desa di Polongbangkeng menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Takalar, Senin, 7 Juli 2025. Mereka menuntut Pemkab Takalar segera menyelesaikan konflik lahan antara PTPN dan kelompok warga yang mengklaim lahan tebu sebagai milik adat.

Para pengunjuk rasa berupaya menemui langsung Bupati Takalar, Firdaus Daeng Manye. Namun, Asisten I Setda Takalar, Iqbal, menjelaskan bahwa Bupati sedang menghadiri agenda luar kantor.

Darurat! Jembatan Kayu Nyaris Ambruk, Warga Nekat Buat Rakit

Massa tetap melanjutkan orasi dan menyampaikan tuntutan secara terbuka. Koordinator aksi, Justri, menjelaskan bahwa para pekerja kerap mengalami gangguan saat menanam dan memanen tebu. Menurutnya, kelompok warga tertentu menghadang pekerja dan menghasut masyarakat untuk menghalangi aktivitas PTPN.

“Pekerja kami berasal dari desa sekitar. Mereka hanya ingin bekerja, bukan mencari ribut. Tapi terus dihalangi,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa gangguan tersebut telah menurunkan produktivitas perusahaan dan mengancam penghasilan para pekerja. Para petani tebu rakyat yang menjalin kemitraan dengan PTPN juga terkena dampaknya.

Festival Literasi Jeneponto Diawali Diskusi Santai Perpustakaan

“Semua pihak akan rugi. Kami butuh kehadiran pemerintah,” ujarnya.

Massa akhirnya berhasil berdialog langsung dengan Wakil Bupati Takalar, Hengky Yasin. Dalam pertemuan itu, Wabup menyampaikan komitmennya untuk menggelar rapat bersama tim terpadu guna membahas konflik lahan PTPN secara menyeluruh.

“Beliau menyampaikan bahwa tim terpadu akan segera turun dan menyusun solusi bersama,” kata Justri usai pertemuan.

Pembantu di Parepare Curi Emas Rp135 Juta, Uangnya Dipakai Beli TV

Meski begitu, Justri mengingatkan bahwa massa akan kembali turun ke jalan bila tak ada tindakan konkret dalam waktu dekat. Ia menuntut pemerintah mengambil sikap terhadap aktor-aktor yang memprovokasi konflik.

“Kami tak ingin kekerasan. Tapi jangan terus diamkan. Kalau tidak ditindak, kami akan aksi lagi,” tambahnya.

Aksi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman terganggu. Petugas kepolisian mengalihkan kendaraan dari arah utara ke jalur depan Mapolres Takalar, sementara dari arah selatan ke Alun-Alun Makkattang Daeng Sibali.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *