Palopo – Peristiwa layangan lukai pengendara Palopo kembali terjadi di sekitar Pelabuhan Tanjung Ringgit, Kelurahan Pontap. Seorang pengendara motor mengalami luka di bagian leher setelah tersangkut tali layangan yang melintang di jalan pada Kamis (17/7/2025) sore.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga. Pasalnya, lokasi pelabuhan kerap menjadi tempat favorit anak-anak bermain layangan, terutama pada sore hari. Arah angin yang kuat di kawasan tersebut memang mendukung permainan layangan, namun lokasi tersebut juga merupakan jalur padat lalu lintas.
Warga mengeluhkan anak-anak yang bermain tanpa pengawasan. Tak jarang mereka berlarian ke tengah jalan untuk mengejar layangan putus, tanpa memperhatikan kendaraan yang melintas. Hal ini membuat para pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas di kawasan tersebut.
Tokoh Pemuda Pontap, Andis Halim, menyoroti bahaya yang mengintai pengguna jalan. Menurutnya, permainan layangan yang dilakukan di jalur umum sangat berisiko.
“Kami tidak melarang anak-anak bermain. Tapi harus ada tempat yang aman. Pemerintah sebaiknya menyediakan area bermain khusus agar kejadian seperti ini tidak terus berulang,” ujar Andis.
Sementara itu, Lurah Pontap, Abdillah, mengaku sudah sering memberi imbauan kepada warga. Namun, kondisi angin di sekitar pelabuhan menjadi alasan utama anak-anak tetap bermain di lokasi tersebut.
“Kami sudah sosialisasi ke masyarakat, tapi mereka tetap datang karena anginnya bagus di sana. Ini tantangan tersendiri karena itu jalur umum,” jelas Abdillah.
Hingga kini, Pemerintah Kelurahan belum menyediakan ruang bermain alternatif yang aman. Warga berharap ada langkah nyata untuk mencegah insiden serupa. Sebab, layangan lukai pengendara Palopo bukan lagi kejadian pertama, dan bisa berdampak fatal jika dibiarkan.
Dengan penyediaan ruang terbuka ramah anak, warga yakin aktivitas bermain dapat tetap berlangsung tanpa membahayakan keselamatan pengguna jalan.





Komentar