Maros — Selama 20 hari terakhir, proses perbaikan jembatan Pute di Maros, Sulawesi Selatan, terus berlangsung. Pihak pelaksana menutup jembatan yang berada di Km 37,5 Poros Makassar–Pangkep sejak (2/7/2025). Keretakan pada alas atas konstruksi memicu penghentian akses sementara.
Pengelola proyek menerapkan rekayasa lalu lintas contra flow sepanjang 0,9 km. Kendaraan dari arah Makassar menuju Pangkep melintasi jalur berlawanan yang biasa digunakan kendaraan dari Pangkep ke Makassar.
Warga dan pengguna jalan mulai melihat keretakan pada jembatan itu sejak momen Idul Adha 1446 H. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel mengambil alih proyek perbaikan jembatan Pute ini.
Proyek BBPJN Sulsel Gunakan Pekerja Lokal
Suyuti, salah satu warga, mengingat kembali proyek serupa yang berlangsung pada tahun 2022. Saat itu, getaran dari kendaraan besar seperti truk terasa sampai ke rumah. PT Multi Karya Cemerlang (MKC) mengerjakan proyek tersebut dengan dana APBN 2022 senilai Rp15,8 miliar. Konsultan pengawasnya berasal dari PT Arphala Wiratama Konsultan dan PT Arezmah Multi Konsultan. Pelaksana proyek mengalihkan lalu lintas selama tiga bulan.
Kini, PT 7IM dan PT AEP menangani langsung proyek rehabilitasi jembatan Maros. Muhammad Irwan dari BBPJN Sulsel menjelaskan bahwa anggaran perbaikan minor tahun ini mencapai Rp7,9 miliar.
Pantauan di lokasi menunjukkan tidak ada alat berat di badan jembatan. Anak-anak kampung Salenrang memanfaatkan tenda darurat yang berdiri di sisi proyek untuk bermain sepak bola.
Tim pelaksana melibatkan warga sekitar dan pekerja dari Pangkep untuk proses pengecoran alas jembatan. Kamal, warga yang ikut bekerja, menyiram bekas cor setiap hari agar tidak menimbulkan debu dan cepat mengering. Ia bersama 11 pekerja lainnya membagi jadwal kerja menjadi siang dan malam. Tujuh orang bekerja pada siang hari, sedangkan dua orang lainnya mengambil giliran malam.
Jembatan Pute Siap Difungsikan Lagi
Jembatan Pute memiliki panjang 85 meter dan lebar 7 meter. Pemerintah membangun jembatan ini pada tahun 2009 sebagai pengganti jembatan lama peninggalan zaman Belanda. Sejak tahun 1940-an, jembatan tersebut mengalami beberapa kali perbaikan, termasuk pada 1960, 1980, dan awal 2002.
Pada 21 September 2013, Menteri PU RI Djoko Kirmanto meresmikan kembali jembatan ini setelah melalui perbaikan strategis.
Irwan AR, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.1 BBPJN Sulsel, menyatakan bahwa perbaikan tahun ini bersifat minor. Tim pelaksana menggunakan metode seperti grouting, penambalan beton, pemasangan Fiber Reinforced Polymer (FRP), dan pengecatan ulang untuk memperkuat struktur.
Menjelang akhir Juli 2025, jembatan baru di atas Sungai Pute di wilayah Bontoa kembali digunakan. Anggota Komisi V DPR RI asal Soppeng, Sulsel, M Aras, memimpin langsung prosesi peresmian.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya berharap jalur Trans Sulawesi yang melintasi Maros kembali lancar dan aman menjelang Natal dan Tahun Baru,” ucapnya.





Komentar