Takalar – Peluncuran resmi kelembagaan Koperasi Merah Putih tingkat Provinsi Sulawesi Selatan digelar pada Senin, (21/7) di Kabupaten Takalar yang akan dihadiri oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Ini mengikuti peluncuran nasional oleh Presiden RI, Prabowo Subianto yang akan berlangsung secara serentak di hari yang sama.
Pada peluncuran ini, dua koperasi percontohan dari Sulsel ikut ambil bagian, yakni Koperasi Kanreapia dari Kabupaten Gowa dan Koperasi Aeng Batu-Batu dari Kabupaten Takalar. Keduanya dipilih dari 22 koperasi yang diusulkan pemda kabupaten/kota karena telah menunjukkan kinerja dan tata kelola yang baik.
Sekretaris Satgas Koperasi Merah Putih Sulsel, Andi Eka Prasetya, menyebut peluncuran ini bukan sekadar seremoni, tetapi tonggak penting perjalanan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat. Ia menjelaskan, Satgas kini fokus pada pendampingan dan pelatihan agar koperasi yang terbentuk tidak hanya eksis secara administratif, tetapi juga produktif dan mandiri.
“Capaian ini berkat semangat gotong royong semua pihak, mulai dari kementerian, notaris, pendamping koperasi, hingga warga desa,” ujar Eka.
Takalar Jadi Simbol Keberhasilan Sulsel Wujudkan 100% Koperasi Desa dan Kelurahan
Setelah melalui proses panjang dan kolaborasi lintas sektor, Sulsel berhasil membentuk 3.059 koperasi aktif yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan. Dari jumlah tersebut, 2.266 merupakan koperasi desa, sementara 793 lainnya berada di tingkat kelurahan.
Pencapaian ini menempatkan Sulawesi Selatan sebagai provinsi tercepat yang memenuhi target nasional pembentukan Koperasi Merah Putih berbadan hukum. Pemerintah melaksanakan program ini secara masif dan terstruktur dengan melibatkan seluruh elemen dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Andi Eka menegaskan, keberhasilan ini tak lepas dari arahan Gubernur Sulsel selaku Ketua Satgas yang mendorong sinergi semua pihak. Pemerintah pusat pun turut mendukung, termasuk Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Desa, Kementerian Hukum dan HAM, serta mitra teknis lainnya.
Pemerintah Provinsi Sulsel juga menjalin kemitraan strategis dengan sejumlah BUMN untuk memperkuat distribusi barang dan layanan koperasi. Andi Eka menyebut BUMN seperti Pertamina, Pupuk Indonesia, Bulog, Kimia Farma, dan Pos Indonesia siap menjalin kolaborasi dengan koperasi.
“Kami juga menghubungkan koperasi dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) agar mereka mudah mengakses permodalan,” jelasnya.
Kemitraan ini mendorong koperasi menjadi agen distribusi utama kebutuhan pokok, pupuk, obat-obatan, dan logistik di tingkat desa.
Penetapan Tahun 2025 sebagai Tahun Koperasi Dunia oleh PBB memberi momentum strategis bagi kebangkitan koperasi di Sulsel.
Pemerintah daerah menjadikan koperasi sebagai gerakan sosial dan ekonomi demi keadilan serta kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan.





Komentar