Gowa — Pemerintah Kabupaten Gowa menggandeng Baznas Gowa untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pembentukan Tim Lacak (Layanan Cepat Atasi Kemiskinan). Kolaborasi ini menjadi strategi penting dalam menangani kemiskinan ekstrem di Gowa secara terstruktur.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengukuhkan Tim Lacak Gowa dan langsung menandatangani kerja sama dengan Baznas. Ia menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan ekstrem di Gowa menjadi prioritas utama dalam 100 Hari Kerja pemerintahannya.
Melalui Tim Lacak Gowa, Pemkab Gowa akan mengidentifikasi warga yang masih berada dalam kategori miskin ekstrem. Pemerintah bersama Baznas Gowa kemudian menyalurkan bantuan dengan pendekatan langsung dan cepat. Tim ini tidak hanya fokus pada bantuan sosial, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin.
Tim Lacak Gowa dan Zakat ASN Jadi Solusi Terpadu Atasi Kemiskinan
Pemkab Gowa juga menerapkan skema zakat pendapatan ASN dan pegawai BUMD. Setiap ASN menyisihkan 2,5 persen dari gaji bulanan mereka, lalu menyalurkannya melalui Baznas. Dana zakat ini menjadi solusi pendanaan berkelanjutan untuk mengatasi kemiskinan.
Besaran zakat pendapatan ASN dibedakan berdasarkan golongan. ASN golongan I menyumbang Rp25 ribu, golongan II Rp50 ribu, golongan III Rp75 ribu, dan golongan IV Rp100 ribu. Pemerintah mengarahkan Baznas Gowa untuk menyalurkan dana tersebut ke bidang pendidikan, kesehatan, dan usaha ekonomi produktif warga.
Bupati Sitti Husniah berharap kolaborasi ini menjangkau warga miskin yang belum menerima bantuan pemerintah pusat atau daerah. Ia menekankan bahwa Baznas dan pemerintah harus terus bergerak bersama agar program bantuan sosial terarah dan tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala Bappeda Gowa, Sujjadan, menyampaikan bahwa struktur Tim Lacak Gowa terdiri dari Lacak Centre dan Lacak Kecamatan. Masing-masing unit merekrut relawan sahabat Lacak di tingkat desa dan kelurahan untuk menjalankan pendataan dan pengawasan.
Saat ini, Lacak Centre memiliki tujuh anggota, sedangkan Lacak Kecamatan beranggotakan 18 orang. Mereka bertugas memfasilitasi, mengoordinasikan, dan melaporkan kondisi masyarakat secara aktif. Kehadiran mereka memperkuat komitmen Pemkab Gowa dalam penguatan layanan sosial berbasis data.
Melalui langkah terpadu ini, Pemerintah Kabupaten Gowa berharap dapat menurunkan angka kemiskinan ekstrem secara signifikan. Dengan kerja sama Baznas Gowa dan pendekatan berbasis komunitas, Pemkab ingin mempercepat realisasi penghapusan kemiskinan ekstrem di Gowa.





Komentar