Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Kesehatan Sulsel

Pemkab Soppeng Gencarkan Aksi Stop Stunting: Tim Turun ke Desa Selama 90 Hari

Foto bersama Wabup Soppeng Selle Ks Dalle dan Plt Kadis Kesehatan Soppeng M Evinuddin

Soppeng — Pemerintah Kabupaten Soppeng terus bergerak cepat menangani persoalan stunting yang masih menjadi masalah serius di sejumlah wilayah. Sebanyak 66 relawan tergabung dalam Tim Aksi Stop Stunting telah turun langsung ke 21 desa dan kelurahan yang menjadi fokus penanganan. Tim ini akan menjalankan program intervensi gizi dan kesehatan selama 90 hari ke depan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Soppeng, Muhammad Evinuddin, menyampaikan bahwa tim telah menerima arahan dan pelatihan teknis sebelum turun ke lapangan. “Dalam tim ini ada 21 pendamping gizi, 21 kader kesehatan, 3 dokter, dan 21 anggota PKK. Mereka akan bertugas selama 90 hari penuh,” jelas Evinuddin, Selasa (29/7).

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

Kegiatan penerimaan dan pembekalan berlangsung sehari sebelumnya di Aula Kantor Dinas Kesehatan Soppeng. Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Soppeng. Pemerintah daerah memberi dukungan penuh terhadap tim dan menjadikan program ini sebagai prioritas utama.

Evinuddin menjelaskan bahwa program ini menjadi tindak lanjut dari agenda Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kebijakan tersebut juga sejalan dengan program nasional. Tim akan fokus pada 630 anak yang mengalami masalah gizi dan 42 ibu hamil yang mengidap Kekurangan Energi Kronis (KEK).

“Tim akan memberikan makanan tambahan, multivitamin, susu untuk ibu hamil, dan formula PKMK. Kami juga akan mengedukasi warga dan membuka akses ke layanan kesehatan penting,” tambahnya. Ia menilai kolaborasi lintas sektor dan pendekatan berbasis data menjadi faktor utama untuk menyukseskan program ini.

Tiga Pemuda di Parepare Bobol Mobil, Gasak 45 Senjata Mainan Senilai Rp15 Juta

Pentingnya Penanganan Menyeluruh terhadap Stunting

Sementara itu, Wakil Bupati Selle KS Dalle menegaskan bahwa stunting bukan hanya soal fisik. Ia menilai stunting berdampak besar terhadap perkembangan kognitif dan produktivitas anak di masa depan. “Karena itu, penanganannya harus sistematis dan menyeluruh,” ucapnya.

Ia juga mendorong seluruh elemen masyarakat agar ikut terlibat aktif. Pemerintah desa, kader kesehatan, hingga tokoh agama memiliki peran penting dalam membangun kesadaran bersama. Program ini hanya akan berhasil jika semua pihak bergerak secara kolektif.

“Kami ingin 21 desa lokus ini menjadi model percontohan, tidak hanya untuk Soppeng tetapi juga bagi daerah lain. Anak-anak di Soppeng harus tumbuh sehat tanpa terbebani stunting,” tutupnya.

RDP DPRD Gowa Berujung Somasi Media, Mekanisme Rapat dan Kebebasan Pers Dipertanyakan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *