Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Sulsel

Kelangkaan SPHP Bikin Harga Beras di Palopo Melonjak Tajam

Foto Ilustrasi

Palopo – Harga beras medium Palopo kini mencapai Rp 15.500 per kilogram, naik dari harga sebelumnya Rp 12.500/kg. Sementara itu, harga beras premium melonjak dari Rp 15.500 menjadi Rp 18.000/kg.

Pedagang: Beras SPHP Langka, Modal Naik

Pedagang bernama NZ menyatakan bahwa kenaikan harga terjadi karena harga dari distributor juga naik. Ia mengatakan bahwa beras SPHP dari Bulog sangat sulit ditemukan, padahal harganya jauh lebih terjangkau.

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

“Beras Bulog paling murah, warga banyak yang cari. Tapi jarang sekali masuk, karena Bulog batasi pengambilan,” ungkap NZ.
“Kadang juga kualitasnya tidak konsisten, kadang bagus, kadang pecah,” tambahnya.

Bulog Akui Penyaluran SPHP Terhenti

Pimpinan Cabang Bulog Palopo, Hadiralamsyah, membenarkan bahwa penyaluran beras SPHP sempat terhenti. Namun setelah mendapat izin dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog kembali menyalurkan SPHP ke beberapa pasar.

“Kami sudah mulai distribusi di Pasar Andi Tadda dan Pasar Sentral lewat pengecer,” jelas Hadiralamsyah.

Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak

Ia menyebut beras SPHP dijual ke pedagang seharga Rp 11.000/kg dengan harga eceran tertinggi Rp 12.500/kg. Menurutnya, distribusi SPHP sudah mulai berdampak pada penurunan harga pasar.

Dinas Perdagangan: Harga Beras Medium Naik dan Harga Gabah Juga Naik

Kepala Dinas Perdagangan Kota Palopo, Nurlaeli Kaso, menyebut kenaikan harga beras medium Palopo tidak hanya karena SPHP yang terbatas, tetapi juga karena harga dasar gabah mengalami kenaikan signifikan.

“Beras SPHP baru tersalur lagi mulai minggu lalu. Sebelumnya, pasokan memang kosong,” ujarnya.

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

Nurlaeli menambahkan bahwa saat ini Bulog hanya bisa menyalurkan dua ton SPHP per hari. Proses distribusi tetap harus melalui verifikasi dari Dinas Ketahanan Pangan.

“Kami sudah koordinasi, tapi jumlah yang masuk pasar masih sangat terbatas,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *