Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Gaya Hidup

Bupati Takalar Terapkan Blusukan Disiplin ASN

Takalar — Pemerintah Kabupaten Takalar semakin serius membangun budaya kerja profesional di lingkungan aparatur sipil negara (ASN). Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, memimpin langsung upaya itu dengan pendekatan unik: blusukan tanpa pemberitahuan alias inspeksi mendadak ke sejumlah instansi.

Setiap hari, Bupati Firdaus bisa saja hadir di kantor organisasi perangkat daerah (OPD), puskesmas, kantor kecamatan, bahkan desa, tanpa seremoni dan pengawalan resmi. Gaya kepemimpinan yang ia sebut “working around” ini membuat para ASN bekerja lebih siap, disiplin, dan profesional.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Pada Senin, 4 Agustus 2025, ia melakukan kunjungan mendadak ke Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Kunjungan tersebut bukan sekadar mengecek kehadiran pegawai, tapi juga mengevaluasi fasilitas kerja dan berbincang langsung dengan staf terkait layanan publik.

Disiplin ASN Naik, Layanan Publik Makin Dipercaya

Selain inspeksi fisik, Bupati Firdaus juga memanfaatkan sistem absensi online untuk memantau kedisiplinan ASN.

Dampaknya langsung terasa. Data internal menunjukkan kehadiran ASN naik dari 72 persen menjadi 91 persen. Tidak hanya itu, tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan pemerintah juga melonjak dari 68 persen menjadi 84 persen.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

Jumlah laporan pengaduan terhadap ASN mengalami penurunan tajam, dari 43 laporan menjadi hanya 12 laporan per bulan. Instansi berlabel merah pun kini tersisa dua, dari sebelumnya delapan.

“Saya tidak datang untuk menakut-nakuti. Saya ingin ASN merasakan bahwa pemimpinnya hadir, melihat, dan peduli,” ungkap Firdaus. “Dari situ, kesadaran tumbuh dengan sendirinya.”

Pengawasan yang Hadir Langsung Dorong Reformasi Birokrasi

Menurut Firdaus, kehadiran pemimpin di lapangan merupakan bentuk pengawasan terbaik. Ia meyakini bahwa reformasi birokrasi harus ia lakukan dengan turun langsung ke lapangan, bukan hanya melalui meja kerja atau dokumen peraturan.

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

“Reformasi itu hanya bisa berjalan jika pemimpin menyatu dengan sistem yang ingin diperbaiki,” tegasnya.

Para ASN Takalar menunjukkan kedisiplinan bukan hanya karena sistem, melainkan karena dorongan moral untuk bekerja lebih baik demi pelayanan publik yang prima.

“Kami ingin membangun Takalar yang profesional, tangguh, dan melayani. Semua itu dimulai dari cara kita bekerja hari ini,” pungkas Daeng Manye.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *