Jakarta – Demo 1 September digelar Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Massa mahasiswa berdatangan sejak siang (1/9/2025) dan langsung menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat.
Massa GMNI Geruduk Gedung DPR RI
Rombongan mahasiswa bergerak penuh semangat. Sebagian menaiki mobil komando, lalu lainnya berjalan kaki mengiringi kendaraan tersebut dari arah Jalan Gerbang Pemuda hingga ke depan gerbang utama Gedung DPR.
Selain itu, mahasiswa membawa atribut lengkap untuk menegaskan identitas mereka. Mereka mengibarkan bendera merah bergambar lambang GMNI, mengenakan kaus merah serta kemeja hitam, dan bahkan ada yang memakai almamater hijau. Setibanya di lokasi, massa segera membagikan selebaran berisi tuntutan, kemudian mengajak masyarakat ikut mengawasi jalannya pemerintahan.
Demo 1 September, GMNI Usung 10 Tuntutan Utama
Demo GMNI di DPR RI menegaskan fokus pada isu politik, hukum, hingga ekonomi. Lebih lanjut, massa menyampaikan 10 tuntutan yang menunjukkan kritik keras terhadap pemerintah dan parlemen.
- Evaluasi serta pecat anggota DPR RI yang tidak berpihak pada rakyat.
- Sahkan UU Perampasan Aset dan bersihkan lembaga negara dari KKN.
- Copot menteri dan wakil menteri yang merangkap jabatan sebagai komisaris BUMN maupun ketua partai politik.
- Hapus tunjangan fantastis bagi pejabat dan komisaris BUMN.
- Pecat Kapolri serta lakukan reformasi kepolisian secara menyeluruh.
- Revisi UU TNI dan hentikan pembangunan Kodam yang memperkuat watak militeristik rezim.
- Tolak kenaikan pajak bagi rakyat miskin serta tolak efisiensi anggaran pendidikan, kesehatan, dan pertahanan.
- Wujudkan reforma agraria sejati dan turunkan harga pangan.
- Bangun industri nasional melalui landreform sejati.
- Adili Jokowi dan makzulkan Gibran.
Selain menyampaikan daftar tersebut, mahasiswa menuntut para pejabat segera mengambil langkah nyata. Kemudian mereka mendesak DPR untuk tidak mengabaikan suara rakyat. Bahkan, massa menilai tuntutan ini harus menjadi agenda prioritas supaya kepercayaan publik terhadap lembaga negara kembali menguat.
GMNI Siap Gelar Aksi Lanjutan
Selanjutnya, GMNI menegaskan bahwa aksi tidak berhenti pada hari ini. Jika DPR maupun pemerintah tetap mengabaikan tuntutan, maka massa siap menggelar demo lanjutan dengan jumlah peserta lebih besar.
Di sisi lain, mahasiswa mengkritik pola komunikasi pemerintah yang cenderung tertutup. Mereka menolak praktik politik elitis yang hanya menguntungkan kelompok tertentu. Meskipun begitu, GMNI tetap mengajak rakyat bersatu agar perjuangan menghasilkan perubahan nyata.
Pada akhirnya, Demo 1 September yang digelar GMNI di DPR RI menambah panjang daftar aksi mahasiswa. Melalui aksi ini, mereka berharap kebijakan negara benar-benar berpihak kepada publik serta mencerminkan semangat keadilan sosial.





Komentar