Toraja Utara – Kasus PPPK Siluman Toraja Utara terus bergulir di Polres Toraja Utara. Penyidik memanggil Kepala BKSDM Kornelia Untung Seru, Kabid Tim Pansel, dan operator untuk menjalani pemeriksaan. Proses dimulai sejak pagi, berlanjut setelah istirahat makan siang pukul 12.00 Wita, lalu berakhir pada pukul 17.30 Wita.
Kanit Tipikor Polres Toraja Utara, Aipda Yosef T, menyatakan bahwa timnya telah memeriksa Kepala BKSDM dan jajarannya. Selain itu, ia menegaskan rencana pemanggilan kepala OPD, camat, kepala puskesmas, dan kepala sekolah pada tahap berikutnya. Dengan demikian, penyidikan dapat berjalan menyeluruh dan berkesinambungan.
Sejumlah honorer database menyampaikan kekecewaan mereka terhadap kasus PPPK Siluman Toraja Utara. Mereka mendesak aparat menindak tegas pelaku kecurangan seleksi. Yosef menegaskan bahwa penyidik berkomitmen meningkatkan status perkara setelah seluruh proses penyelidikan selesai. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak bersabar menunggu hasil resmi.
Kornelia Untung Seru belum memberi tanggapan. Tim redaksi menghubunginya melalui telepon dan WhatsApp sejak Kamis malam, tetapi ia tidak merespons hingga berita ini terbit. Sementara itu, para honorer tetap menantikan penjelasan langsung darinya.
Seorang honorer yang gagal lolos seleksi 2024 mengisahkan pengabdiannya sejak 2015. Ia merasa peserta yang tidak pernah menjadi honorer telah merebut haknya. Menurutnya, oknum memanfaatkan celah pada seleksi berkas. Sistem mengunci data honorer asli sehingga hanya NIK dan foto yang dapat diunggah. Sebaliknya, peserta “siluman” bebas mengunggah seluruh dokumen lengkap, yang membuat mereka lolos tanpa hambatan.
Selama pemeriksaan, puluhan honorer mendatangi Mapolres Toraja Utara. Mereka mengawal proses, menyuarakan tuntutan keadilan, dan menegaskan tekad untuk terus berjuang. Selain itu, mereka meminta aparat menegakkan hukum serta mengembalikan hak yang telah mereka perjuangkan selama bertahun-tahun.





Komentar