Toraja Utara – HIV di Toraja Utara pada 2025 terus meningkat. Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan melaporkan 42 kasus baru hingga Agustus. Angka itu menempatkan Toraja Utara di posisi kelima setelah Makassar, Gowa, Palopo, dan Bone.
Hubungan seksual berisiko, terutama lelaki seks lelaki (LSL), mendominasi jalur penularan. Tren provinsi menunjukkan hal serupa, dengan 572 dari 1.214 kasus baru berasal dari perilaku LSL.
Pasien mayoritas berasal dari kelompok usia produktif 25–49 tahun. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena dapat menurunkan daya saing ekonomi daerah.
Pemerintah daerah gencar mengendalikan kasus. Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Ishaq Iskandar, menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas. Ia mengajak masyarakat untuk menggunakan kondom, menjaga kesetiaan pasangan, dan menghindari perilaku seksual berisiko.
Dinas Kesehatan juga meluncurkan strategi tambahan, seperti distribusi jarum suntik steril, skrining infeksi menular seksual, dan edukasi berbasis komunitas. Para pendidik sebaya bergerak langsung di lapangan untuk menjangkau kelompok kunci dengan pendekatan yang lebih dekat dan efektif.
Jika tren penambahan kasus berlanjut, HIV di Toraja Utara bisa terus meningkat. Karena itu, pemerintah, komunitas, dan masyarakat umum perlu bekerja sama agar penyebaran dapat ditekan.





Komentar