Parepare – Kota Parepare bergema dengan kemeriahan Festival Salo Karajae 2025. Agenda tahunan ini tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka ruang pembinaan olahraga lokal. Salah satu kegiatan yang paling menyedot perhatian publik ialah kompetisi dayung. Lomba tersebut berlangsung di muara Sungai Karajae pada Minggu (28/9/2025).
Sejak pagi, ratusan warga memadati lokasi untuk menyaksikan puluhan kelompok beradu cepat dalam tiga kategori: Dayung Ganda, Dayung Beregu, dan Sandeq Race. Para peserta dari berbagai wilayah Parepare berjuang keras memperebutkan tropi juara serta hadiah uang pembinaan. Sorak-sorai penonton semakin membakar semangat atlet ketika mendayung di atas air.
Tidak hanya itu, kehadiran Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, juga menambah semarak lomba. Ia melepas jalannya kompetisi bersama Staf Ahli Kemenpar RI, Fadjar Hutomo, Kepala Disporapar Parepare, HM Iskandar Nusu, serta Plt Kabid Olahraga, Gustaman. Dalam sambutannya, Tasming menegaskan bahwa Festival Salo Karajae berfungsi sebagai wadah yang memadukan tradisi, pesona alam, dan kreativitas masyarakat. “Festival ini bukan sekadar acara biasa, tapi perayaan yang menggabungkan tradisi, alam, dan kreativitas modern,” ujarnya.
Ajang Pembinaan Atlet Muda
Selanjutnya, Kepala Disporapar Parepare, HM Iskandar Nusu, menjelaskan bahwa lomba dayung dirancang untuk mencari bibit atlet muda dari wilayah pesisir. Menurutnya, pembinaan sejak dini menjadi kunci agar Parepare mampu melahirkan atlet berprestasi. “Melalui lomba ini, kami ingin menggali potensi anak-anak muda di cabang dayung, sekaligus memberikan hiburan bagi masyarakat,” katanya.
Sehari sebelumnya, tepatnya Sabtu malam, 27 September, ribuan pengunjung sudah memadati pesisir Sumpang Minangae. Mereka menikmati pertunjukan seni, budaya, dan atraksi pembuka Festival Salo Karajae 2025. Acara tersebut bahkan mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian Pariwisata RI.
Lebih jauh, Festival Salo Karajae juga menjadi sarana promosi wisata dan budaya. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Tasming memperkenalkan sejumlah ikon kota, seperti Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun, Institut Teknologi BJ Habibie, dan Masjid Terapung BJ Habibie. Seluruh ikon tersebut memperkuat citra Parepare sebagai kota pariwisata berbasis sejarah sekaligus tanah kelahiran Presiden ketiga RI, BJ Habibie.





Komentar