Jeneponto – Warga Dusun Kalongkong, Desa Barana, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, geger sebab penemuan jasad lansia berinisial KH (60). Korban terbaring tak bernyawa di kebunnya pada Minggu (28/9/2025) siang, dengan tubuh penuh luka yang mencurigakan.
Kapolsek Bangkala, AKP Saifullah Syam, mengungkapkan adanya sejumlah luka pada tubuh korban. “Luka lecet di muka, punggung sebelah kiri, dan betis,” jelasnya, Senin (29/9/2025). Polisi menduga luka tersebut berasal dari hantaman benda tumpul. Meski demikian, penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Menurut keterangan keluarga, korban meninggalkan rumah sejak Minggu pagi sekitar pukul 06.00 Wita. Biasanya ia pulang menjelang siang untuk makan dan salat, tetapi kali ini tidak kembali. Sang istri sempat menghubungi ponsel korban, namun tidak mendapat respons meskipun sambungan telepon masuk. Merasa cemas, ia meminta tetangga mendatangi kebun. Saat itulah jasad KH tertemukan.
Lansia Barana Jeneponto Ditemukan di Kebun Terpencil
Jarak kebun tempat korban terlihat mencapai sekitar dua kilometer dari permukiman warga. Menurut AKP Saifullah, akses menuju lokasi cukup sulit. “Akses tidak bisa terlewati motor standar, kecuali kendaraan yang sudah termodifikasi,” jelasnya. Kondisi ini membuat proses evakuasi berlangsung penuh tantangan.
Jasad korban segera ke RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto untuk visum. Proses pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematian. Jenazah kemudian kembali kepada keluarga untuk dimakamkan.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami kasus tersebut. Dugaan sementara mengarah pada tindak kekerasan, namun aparat belum memastikan siapa pelaku ataupun motif di balik tragedi tersebut. “Untuk sementara masih kita dalami. Apakah luka itu disebabkan tindak kekerasan atau bukan, baru kemarin divisum,” kata Saifullah.
Kasus ini menambah catatan kelam peristiwa kriminal di Jeneponto. Warga sekitar berharap aparat kepolisian segera mengungkap kebenaran agar keluarga korban mendapatkan keadilan serta perasaan aman kembali dirasakan masyarakat.





Komentar