Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Peristiwa

Jemaah Umrah Terlantar, Travel Diminta Bertanggung Jawab

Bulukumba – Peristiwa tidak menyenangkan menimpa 13 calon jemaah umrah asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Mereka terlantar di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sejak Rabu (15/10/2025). Pihak keluarga kini mendesak agar Travel Ameera Mekkah, sebagai penyelenggara perjalanan, segera memberikan tanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.

Perjalanan para jemaah ini sejatinya sudah dimulai sejak 27 hari sebelumnya. Mereka berangkat dari Bulukumba bersama rombongan besar berisi 49 jemaah asal Makassar. Setelah transit empat hari di Jakarta, rombongan tersebut diterbangkan ke Pekanbaru, lalu melanjutkan perjalanan ke Jeddah untuk menunaikan ibadah umrah. Seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar hingga proses pemulangan menuju Tanah Air.

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

Namun, masalah muncul setelah para jemaah tiba kembali di Bandara Soekarno-Hatta. Bukannya terfasilitasi perjalanan pulang ke Makassar dan Bulukumba, pihak travel justru meminta mereka membeli tiket secara mandiri. Situasi ini sontak menimbulkan kebingungan dan kekecewaan mendalam.

Menurut keterangan Agussalim, salah satu keluarga jemaah, sebanyak 62 orang asal Makassar dan Bulukumba kini terkatung-katung tanpa kejelasan. “Termasuk keluarga saya sendiri, pasangan suami istri bernama Ansar. Mereka sudah hampir sebulan meninggalkan rumah, tapi belum juga pulang karena persoalan ini,” ungkapnya dengan nada kesal.

Tanggung Jawab Travel

Travel Ameera Mekkah merupakan biro perjalanan ibadah umrah yang memiliki izin resmi dari Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia. Berdasarkan data yang beredar, perusahaan tersebut telah mengantongi Surat Izin Operasional (SIO) sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan memiliki cabang di 22 provinsi di Indonesia.

Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak

Meski begitu, legalitas tersebut tidak serta-merta membenarkan sikap abai terhadap jemaah. Agussalim menegaskan bahwa Direktur Travel Ameera Mekkah, Salman, telah menandatangani surat pernyataan untuk mengganti biaya tiket yang terbeli secara mandiri paling lambat 30 Oktober 2025. Namun, pihak keluarga tetap menuntut agar pertanggungjawaban secara penuh, bukan sekadar janji.

Sementara itu, admin Travel Ameera Mekkah yang di konfirmasi media menyebut belum menerima laporan lengkap dari tim penanggung jawab lapangan. “Saya lagi nunggu kabar dari tim handling,” tulisnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Bulukumba, Hakim Bohari, menyoroti bahwa kasus seperti ini bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, banyak jemaah perjalanan tidak resmi di daerah melalui jaringan keluarga atau kenalan, sehingga pengawasan dari Kemenag menjadi lemah.

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umrah agar tidak mengalami kejadian serupa. “Kasus seperti ini pernah terjadi tahun lalu, dan seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi calon jemaah lain agar memeriksa legalitas travel sebelum mendaftar,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *