Jeneponto – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Tarowang Jeneponto tersorot usai guru menemukan makanan basi yang tidak layak konsumsi. Temuan ini terjadi di salah satu sekolah dasar penerima program MBG, di mana sejumlah kotak makanan berisi nasi dalam kondisi basi dan berbau tidak sedap.
Informasi yang ada menyebutkan, makanan tersebut tersalur melalui Yayasan Tangan Fatima Bekerja. Beberapa guru dan siswa kelas IV menjadi saksi saat nasi yang terbagi telah berubah warna dan mengeluarkan aroma tak sedap. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan mendalam karena program MBG sejatinya bertujuan mendukung percepatan penurunan angka stunting dan gizi buruk di wilayah pedesaan.
Salah seorang guru yang enggan tersebut namanya mengatakan, siswa sempat membuka kotak makanan sebelum akhirnya menyadari kondisinya yang sudah basi. “Anak-anak sempat menerima dan membuka kotak makanan itu, tapi ternyata nasinya sudah basi,” ujarnya.
Guru tersebut menambahkan, pihak sekolah khawatir kejadian serupa mungkin juga terjadi di kelas lain, terutama pada siswa yang telah terlanjur mengonsumsi makanan tersebut. Dugaan sementara, penyebab nasi basi itu berasal dari standar pengolahan yang tidak sesuai serta lemahnya pengawasan terhadap pihak pelaksana program di lapangan.
Evaluasi Program MBG Tarowang
Koordinator wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Jeneponto, Nur Ikhsan, membenarkan adanya laporan mengenai makanan basi tersebut. Ia memastikan laporan sudah ada tindaklanjutnya. “Kami sudah tindak lanjuti itu, terkait laporan adanya temuan menu MBG yang basi di Tarowang,” jelas Nur Ikhsan, Selasa (21/10/2025).
Ia juga menegaskan bahwa menu yang ditemukan basi langsung ganti pada hari yang sama. “Itu hari, begitu menerima laporan adanya nasi basi, langsung ganti,” ujarnya.
Masyarakat serta pihak sekolah berharap kejadian tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan pelaksana program. Mereka meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap standar kualitas dan pengawasan penyedia makanan agar kasus serupa tidak terulang.
Program Makanan Bergizi Gratis yang Presiden Prabowo Subianto inisiasi di harap benar-benar memberikan manfaat kesehatan bagi anak-anak Indonesia. Dengan pengawasan yang ketat, masyarakat yakin program ini dapat berjalan sesuai tujuan, terutama dalam membantu peningkatan gizi siswa di wilayah terpencil seperti Kecamatan Tarowang.





Komentar