Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Pendidikan Sulsel

Siswa MTs Guppi Lisu di Soppeng Belajar di Kolong Asrama

Foto Situasi belajar siswa MTs Guppi Lisu di Soppeng.

Soppeng — Suasana belajar siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Guppi Lisu di Kabupaten Soppeng begitu unik. Mereka menimba ilmu di kolong rumah panggung yang dijadikan asrama karena sekolah hanya memiliki dua ruang kelas. Di atas tanah merah tanpa meja dan kursi layak, para siswa tetap bersemangat menulis dan membaca demi meraih cita-cita.

Kepala MTs Guppi Lisu, Sudirman, menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena jumlah siswa mencapai 84 orang, sementara fasilitas sekolah sangat terbatas. “Sebagian siswa belajar di kolong asrama putra dan putri karena kelas tidak cukup menampung semua. Asramanya rumah panggung, jadi kolongnya kami manfaatkan untuk belajar,” ujar Sudirman.

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

Sekolah di Tengah Pegunungan

Sekolah yang berdiri sejak 2019 itu berada di Desa Pesse, Kecamatan Donri-donri, Kabupaten Soppeng. Lokasinya berada di jalur poros Galung Langie Soppeng–Takkalasi Barru. Dua bangunan sederhana menjadi tempat utama kegiatan belajar mengajar. Tiga ruangan dipakai untuk kelas, sedangkan satu ruangan menjadi kantor guru.

Sudirman menuturkan, mayoritas siswa berasal dari daerah pegunungan yang jauh dari pusat kota. Karena itu, pihak sekolah menyediakan pondok atau asrama gratis agar mereka bisa fokus menuntut ilmu. “Kami tidak memungut biaya sekolah maupun asrama. Anak-anak cukup belajar, orang tua tidak kami bebankan apa pun,” jelasnya pada Sabtu (25/10).

Sekolah ini juga menanamkan nilai toleransi sejak dini. Sudirman bahkan menerima dua siswa nonmuslim sebagai bagian dari pendidikan moderasi beragama. “Kami ingin anak-anak belajar tentang keberagaman dan toleransi. Itulah semangat Islam yang kami kembangkan di sini,” tuturnya.

Tiga Pemuda di Parepare Bobol Mobil, Gasak 45 Senjata Mainan Senilai Rp15 Juta

Selama beroperasi, MTs Guppi Lisu hanya mengandalkan donasi dari para dermawan dan komunitas sosial di Soppeng, seperti Paskas dan Gema Mappadeceng. Sudirman berharap pemerintah segera membantu pembangunan ruang kelas dan asrama permanen agar kegiatan belajar lebih layak.

Kepala Kemenag Soppeng, Afdal, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengajukan proposal bantuan untuk tahun anggaran 2026. “Kami sudah berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Sulsel, dan MTs Guppi Lisu masuk dalam daftar prioritas untuk mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan itu, semangat para siswa tetap menyala. Di bawah kolong rumah panggung, mereka terus menulis dan membaca, mengubah tanah menjadi saksi perjuangan mereka mengejar cita-cita.

RDP DPRD Gowa Berujung Somasi Media, Mekanisme Rapat dan Kebebasan Pers Dipertanyakan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *