Jeneponto – Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam oleh Disdikbud Jeneponto dan BBGTK Sulsel memperkuat peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru. Agenda ini berlangsung di ruang pola kantor Bupati Jeneponto dan menghadirkan para pendidik dari berbagai jenjang. Kegiatan tersebut membawa semangat baru untuk memperkuat kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik serta selaras dengan Kurikulum Merdeka.
Pelaksana Tugas (Plt) Disdikbud Jeneponto, Alamsyah, memimpin pembukaan kegiatan. Ia menegaskan bahwa Pembelajaran Mendalam menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih adaptif, kreatif, dan berkelanjutan. Menurutnya, transformasi digital harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi guru agar proses belajar mampu memenuhi tuntutan zaman.
“Tujuannya itu kita lakukan bagaimana potensi dan kualitas guru itu harus di tekankan,” ujarnya. Ia lalu menambahkan, “Kita akan melakukan proses pembelajaran secara digital. Digital ini punya kemampuan para guru untuk melaksanakan proses secara digital itu.”
Dalam sambutannya, Alamsyah menekankan bahwa proses belajar berbasis digital akan menjadi orientasi utama untuk seluruh tingkat pendidikan. Ia menyampaikan bahwa pola tatap muka konvensional akan bertransformasi menuju metode elektronik yang memanfaatkan jaringan internet. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar inovasi, tetapi bentuk kesiapan menghadapi perubahan global yang menuntut kecepatan dan efisiensi.
Pembelajaran Digital Perkuat Kompetensi Guru
Transformasi digital tersebut mendapat dorongan kuat melalui program pembinaan yang berlangsung secara berjenjang. Alamsyah menjelaskan bahwa Pembelajaran Mendalam memberikan efek signifikan terhadap kesiapan guru dalam menjalankan proses belajar berbasis teknologi. “Kegiatan ini akan berlanjut terus setiap bulan karena proses dasar ini harus tergali terus supaya nanti kedepan, secara digital ini tidak tertatih-tatih lagi,” ucapnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta memperoleh pendampingan dari tim fasilitator BBGTK Sulsel yang menyajikan materi strategis terkait pembelajaran inovatif, asesmen formatif, hingga teknik merancang pengalaman belajar yang relevan. Pendekatan praktik yang ada mendorong peserta agar lebih percaya diri dalam menerapkan metode digital pada satuan pendidikan masing-masing.
Keterlibatan berbagai guru dari unit pendidikan dasar mencerminkan antusiasme serta kesiapan pendidik Jeneponto menyambut transformasi pembelajaran. Komitmen Disdikbud Jeneponto juga terlihat melalui kerja sama yang terus diperkuat dengan lembaga pelatihan dan mitra pendidikan lainnya. Langkah ini menunjukkan dorongan kuat untuk menciptakan pendidikan unggul yang mampu bersaing serta membuka peluang peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Butta Turatea.
Melalui pelaksanaan program ini, jenjang pendidikan Jeneponto bergerak menuju ekosistem pembelajaran yang lebih modern, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi masa depan. Dukungan kolaboratif dari berbagai pihak menjadi fondasi utama untuk memajukan kualitas guru sekaligus mempercepat transformasi pendidikan secara menyeluruh.





Komentar