Sinjai – Kunjungan Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, ke Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an dan Kitab Salaf Darul Mukhlasin menghadirkan suasana penuh kehangatan pada Kamis siang. Kehadiran beliau menjadi wujud komitmen untuk memperkuat hubungan spiritual serta mempererat komunikasi dengan lembaga keagamaan.
Ratnawati hadir bersama H. Guntur Toppo dan Staf Ahli Bidang Sosial serta SDM, H. Andi Mandasini Saleh, sebagai bentuk dukungan menyeluruh terhadap kegiatan pembinaan keagamaan di wilayah Sinjai. Setibanya pada lokasi, sambutan pimpinan pesantren, Ustad Kiyai H. Hendara Zakaria, berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan.
Percakapan antara Bupati dan pimpinan pondok berjalan akrab. Mereka membahas pengembangan kurikulum, pembinaan santri, serta upaya peningkatan kualitas pendidikan yang selaras dengan kebutuhan generasi muda.
Kehadiran santri dalam forum bincang tersebut memperlihatkan antusiasme tinggi, terutama saat Bupati menanyakan langsung aktivitas harian mereka. Dukungan moral dan motivasi menjadi inti pesan dari kunjungan ini sehingga suasana dialog berjalan sangat inspiratif bagi seluruh pihak yang terlibat.
Silaturahmi Membawa Harapan Baru
Kunjungan tersebut menghadirkan pesan optimisme untuk masa depan pendidikan keagamaan di Sinjai. Bupati Ratnawati memberikan bantuan secara pribadi sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pesantren membangun generasi berakhlak mulia.
“Saya berharap pesantren ini menjadi tempat pembinaan santri yang mampu memperkuat akidah, memperluas pemahaman keislaman, serta melahirkan generasi yang berakhlakul karimah dan senantiasa menjaga sunnah,” ungkapnya menegaskan harapan besar terhadap perkembangan lembaga tersebut.
Beliau juga menyampaikan selamat atas berdirinya pesantren yang dianggap mampu membawa kontribusi penting bagi masyarakat. Harapan ini disampaikan secara langsung agar para pengurus semakin termotivasi menjalankan program pendidikan secara berkelanjutan dan konsisten.
Dialog antara Bupati dan pimpinan pondok juga menyinggung peran pesantren sebagai aset bangsa. Ratnawati menekankan pentingnya pendidikan keagamaan yang mampu membentuk karakter kuat sekaligus menyeimbangkan pemahaman syariat dengan kebutuhan zaman. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah membuka ruang sebesar-besarnya bagi lembaga keagamaan untuk mengambil peran strategis dalam membimbing generasi muda.
Semangat tersebut mengalir dalam setiap penyampaian beliau sehingga para pengurus semakin yakin bahwa kolaborasi pemerintah dan pesantren dapat berjalan lebih konstruktif.
Silaturahmi tersebut menghasilkan jalinan komunikasi yang semakin kokoh antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan keagamaan. Pengurus pesantren menerima motivasi besar untuk terus berbenah, sementara para santri mendapat dorongan moral dari pemimpin daerah mereka.
Momentum ini memperlihatkan bahwa hubungan pemerintah dan pesantren mampu membawa dampak luas bagi pembangunan karakter generasi muda. Kehangatan suasana kunjungan mempertegas pentingnya kolaborasi berkelanjutan sehingga nilai pembinaan keagamaan dapat tersalurkan dengan efektif kepada masyarakat luas.





Komentar