Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Sulsel

Jelang Idul Adha, Palopo Terima Sapi Kurban Presiden Prabowo Seharga Rp 77 Juta

Foto sapi yang di beli dari Kabupaten Wajo

Palopo – Menjelang perayaan Idul Adha 1446 H, Kota Palopo menerima kehormatan dengan datangnya hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Sapi kurban berjenis limousin tersebut tiba di Rumah Potong Hewan (RPH) Lewadang, Kecamatan Sendana, Selasa malam (3/6), dan siap didistribusikan kepada warga tidak mampu.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kota Palopo, Muh Ibnu Hasyim, membenarkan kedatangan sapi kurban dari orang nomor satu di Indonesia tersebut. “Sapi dari Presiden Prabowo sudah tiba di Kota Palopo tadi malam. Sapinya jenis limousin dengan berat 807 kilogram,” ujarnya, Rabu (4/6).

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

Sapi jumbo ini didatangkan dari peternak di Kabupaten Wajo dengan harga mencapai Rp 77 juta. Menurut Ibnu Hasyim, pihaknya memilih membeli dari luar daerah karena ketersediaan sapi seberat itu tidak ditemukan di pasar lokal Palopo. “Kami mengambil dari luar karena berat sapi yang dijual di Kota Palopo tidak mencapai 800 kilogram. Sementara ketentuan untuk sapi Banmas harus di atas 800 kilogram,” jelasnya.

Sapi tersebut saat ini berada di bawah pengawasan ketat seorang dokter hewan yang ditugaskan untuk memastikan kesehatan dan pola makannya tetap optimal hingga hari penyembelihan.

Rencananya, penyembelihan akan dilakukan di RPH Lewadang setelah pelaksanaan salat Idul Adha. Lokasi ini dipilih karena dinilai memenuhi standar kebersihan dan kelayakan untuk pemotongan hewan kurban berskala nasional. “Pemotongannya dilaksanakan di RPH saat Idul Adha karena dijamin kebersihannya. Sementara pembagian dagingnya dilakukan setelah salat Jumat,” tambah Ibnu Hasyim.

Tiga Pemuda di Parepare Bobol Mobil, Gasak 45 Senjata Mainan Senilai Rp15 Juta

Dengan bobot mencapai 807 kilogram, sapi ini diperkirakan menghasilkan sekitar 400 kilogram daging. Daging tersebut akan dibagikan kepada warga Palopo yang masuk dalam kategori penerima bantuan sosial (Banmas), yang sebelumnya telah didata oleh Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan.

Menariknya, Pemerintah Kota Palopo memutuskan tidak menggunakan sistem kupon dalam pendistribusian daging kurban tahun ini, karena pendataan penerima telah dilakukan secara sistematis. Hal ini diharapkan mampu menjaga ketertiban dan tepat sasaran dalam penyaluran bantuan kurban dari Presiden Prabowo Subianto.

Kehadiran sapi kurban dari Presiden menjadi simbol perhatian pemerintah pusat terhadap daerah dan diharapkan dapat mempererat solidaritas serta semangat berbagi di Hari Raya Kurban. <spl>

RDP DPRD Gowa Berujung Somasi Media, Mekanisme Rapat dan Kebebasan Pers Dipertanyakan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *