Soppeng – Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Robben Rico, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Sabtu (7/6), untuk meninjau langsung kesiapan pendirian Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai berjalan pada September 2025.
Dalam tinjauannya, Robben mengapresiasi dukungan penuh dari pemerintah daerah, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Soppeng, dalam mewujudkan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto di sektor pendidikan sosial.
“Saya mengucapkan terima kasih ke Pak Bupati dan Wakil Bupati serta forkopimda yang sudah bisa mewujudkan cita-cita Bapak Presiden yang menginginkan ada satu sekolah rakyat di kabupaten kota. Insyaallah kita mulai dari tahapan September atau paling lambat tahun depan,” kata Robben
Menurutnya, kesiapan lahan menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Soppeng. Saat ini, pihaknya hanya tinggal menyampaikan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk proses perencanaan dan pembangunan.
“Alhamdulillah, tanah sudah clear dan sertifikat. Sisa kita menyampaikan ke Kementerian PU untuk perencanaannya. Mudah-mudahan nanti bisa menyusul kepada 102 lokasi pertama yang bisa ditetapkan,” ungkapnya.
Robben juga menyebut Soppeng sebagai salah satu daerah yang paling solid dan siap dalam mendukung program Sekolah Rakyat. Ia menegaskan bahwa secara prinsip Kementerian Sosial sangat mendukung, tinggal menunggu sinergi lintas kementerian agar pembangunan bisa segera dimulai.
“Soppeng sudah bisa mulai. Secara prinsip di Kemensos sangat mendukung, sisa dirapatkan dengan Kementerian PU agar bisa dibangun. Kabupaten/kota yang kompak adalah Soppeng,” lanjutnya.
Sekolah Rakyat sendiri akan mengadopsi konsep boarding school dan menyasar kelompok rentan serta anak-anak dari keluarga kurang mampu. Saat ini, proses koordinasi juga tengah berlangsung di tingkat pusat, terutama terkait perekrutan tenaga pendidik yang berbeda dari sekolah formal pada umumnya.
Sementara itu, Bupati Soppeng Suwardi Haseng menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program ini. Ia menuturkan bahwa setelah melakukan kunjungan ke Kementerian Sosial, pihaknya langsung melakukan percepatan persiapan lahan.
“Insyaallah, kami amat sangat siap. Setelah kami berkunjung di Kemensos kita langsung tancap gas. Tanah 7 hektare lebih sudah kami siapkan,” ujarnya optimis.
Sekolah Rakyat juga sedang dalam tahap persiapan di berbagai daerah lain di Sulawesi Selatan seperti Makassar, Bone, dan Wajo. Diharapkan, program ini menjadi upaya konkret dalam menjamin hak pendidikan anak-anak marginal di Indonesia. <spl>





Komentar