Bulukumba — Aparat Kepolisian Resor Bulukumba berhasil menggagalkan bentrokan antar dua kelompok pemuda dari Makassar dan Kajang di area Masjid Islamic Center Dato Tiro (ICDT), Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, pada Senin (9/6) dini hari.
Ketegangan antara kedua kelompok ini dipicu oleh konflik saat bermain game daring Mobile Legends yang kemudian berlanjut ke media sosial dan berujung pada tantangan duel secara langsung. Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto, S.I.K. menjelaskan bahwa insiden ini bermula dari perselisihan antara MI (24), warga Kecamatan Kajang, dan AS (22), pemuda asal Makassar. Perselisihan berawal dari saling ejek saat bermain game, yang kemudian bereskalasi melalui unggahan provokatif di TikTok.
MI kemudian menantang AS untuk menyelesaikan masalah secara langsung di Bulukumba. Tantangan tersebut dijawab oleh AS yang datang bersama sejumlah rekannya dari Makassar. Kedua kelompok pun berkumpul di sekitar Masjid ICDT dan diduga hendak melakukan aksi bentrok.
Beruntung, aparat kepolisian yang menerima laporan dari warga sekitar segera bergerak cepat. Tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal dan Intelkam Polres Bulukumba langsung menuju lokasi dan berhasil menggagalkan bentrokan sebelum sempat terjadi.
Sebanyak 13 pemuda berhasil diamankan dalam peristiwa ini. Tujuh orang berasal dari Kajang, termasuk satu oknum anggota Satpol PP dari Makassar, dan enam lainnya dari Makassar. Dari tangan mereka, polisi menyita barang bukti berupa empat bilah badik, enam anak panah, satu pelontar panah, dan beberapa ponsel yang berisi percakapan dan konten provokatif.
Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Muhammad Ali, S.Sos., menyatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap para pemuda tersebut. Proses hukum akan tetap berjalan jika ditemukan unsur pidana, terutama terkait kepemilikan senjata tajam dan potensi penghasutan kekerasan.
Kapolres Bulukumba mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka baik di dunia nyata maupun di ruang digital. Ia menegaskan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan media sosial dan permainan daring yang berpotensi memicu konflik sosial.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun polisi menyatakan bahwa ancaman nyata tetap ada apabila konflik digital dibiarkan berkembang tanpa pengawasan. Polres Bulukumba juga akan meningkatkan patroli serta menjalin kerja sama dengan sekolah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk melakukan pembinaan serta edukasi kepada generasi muda terkait bahaya penyalahgunaan teknologi dan media sosial. <spl>





Komentar