Takalar – Pemerintah Kabupaten Takalar menggelar apel gabungan pada Senin (1/9/2025) menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kerja aparatur sipil negara. Apel yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar tersebut di pimpin langsung oleh Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M, dan turut hadir Sekretaris Daerah, para pimpinan OPD, camat se-Kabupaten Takalar, kepala puskesmas, kepala sekolah, serta ASN dari berbagai lingkup.
Dalam arahan awalnya, Bupati Daeng Manye menegaskan pentingnya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui strategi inovatif. “Peningkatan PAD bisa di lakukan dengan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah, inovasi layanan, pemanfaatan teknologi informasi, serta pengelolaan aset dan potensi daerah secara maksimal. Kita juga harus membina UMKM, mendorong investasi, serta menjalin kemitraan yang kuat,” ucapnya dengan penuh penekanan.
Potensi PAD Jadi Fokus
Daeng Manye menyampaikan bahwa penguatan PAD memiliki tujuan utama, yakni memastikan masyarakat menerima layanan publik terbaik. Menurutnya, sektor kesehatan, pendidikan, hingga layanan administrasi bisa lebih berkualitas jika di biayai dari PAD yang kuat. “Pelayanan dasar harus benar-benar ada manfaatnya oleh masyarakat. Maka, pengelolaan PAD harus terarah untuk meningkatkan kualitas pelayanan itu,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya inovasi dalam bekerja. Menurutnya, tanpa inovasi, birokrasi hanya akan berjalan di tempat. “Kita harus mengikuti perkembangan teknologi. Dengan teknologi, pekerjaan tidak hanya cepat dan transparan, tetapi juga lebih terstruktur. Sistem pemerintahan akan maju jika teknologi diterapkan dengan baik,” tegasnya.
Selain menyinggung pentingnya inovasi, Bupati juga memberikan dorongan khusus kepada para camat agar mampu menampilkan kinerja terbaik. Ia berharap setiap kecamatan menunjukkan keunggulan masing-masing sehingga membawa dampak nyata bagi masyarakat. “Camat harus berlomba-lomba menunjukkan keunggulan. Tunjukkan apa yang bisa menjadi kebanggaan masyarakat. Jika tata kelola organisasi berjalan baik, maka dampaknya tidak hanya dirasakan internal pemerintah, tetapi juga langsung menyentuh pelayanan masyarakat,” pesannya.
Apel Gabungan tersebut menutup awal September dengan pesan yang kuat: optimalisasi PAD bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga kunci untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas dan berdaya saing.





Komentar