Takalar – Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM bersama Wakil Bupati, Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., MM menegaskan komitmen mereka untuk membersihkan Kabupaten Takalar dari pungutan liar. Daeng Manye ketika memimpin apel gabungan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar. Kegiatan itu pada Senin (25/8/2025).
Bupati Daeng Manye secara terbuka menyampaikan keresahannya atas maraknya praktik yang melanggar aturan di wilayah kepemimpinannya. “Selama saya berada di Takalar, saya menerima banyak laporan terkait pelanggaran. Karena itu, saya bersama Pak Hengky berkomitmen memperbaiki dan mengubah hal tersebut,” tegasnya di hadapan peserta apel.
Ia menambahkan bahwa praktik pungutan liar tidak bisa di biarkan berlarut-larut. “Ini tidak boleh dibiarkan. Harus ada tindakan tegas bagi oknum yang melakukan pelanggaran, apalagi pungli. Jika ada yang melihat atau mengetahui, segera laporkan. Kami pastikan akan menindak tegas,” ungkapnya dengan nada serius.
Komitmen
Wakil Bupati Hengky Yasin mendukung penuh langkah tegas tersebut. Ia menilai bahwa komitmen melawan pungli harus disertai dengan kesadaran aparatur untuk menjaga integritas. “Kita ingin Takalar menjadi daerah yang bersih dari pungli, karena pelayanan publik yang baik hanya lahir dari aparatur yang jujur dan disiplin,” jelas Hengky.
Dalam kesempatan itu, Bupati Daeng Manye juga mengingatkan pentingnya etos kerja yang kuat bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN). “Saya tidak pernah berhenti mengingatkan agar ASN Takalar menjaga kedisiplinan. Kehadiran tepat waktu, kerapian berpakaian, serta kebersihan lingkungan adalah cermin tanggung jawab,” katanya menekankan.
Pesan ini menjadi penegasan bahwa reformasi birokrasi di Takalar tidak hanya soal pemberantasan pungli, tetapi juga perbaikan kualitas kerja aparatur secara menyeluruh. Daeng Manye berharap kedisiplinan yang terjaga dapat menciptakan budaya kerja positif yang berdampak langsung pada pelayanan masyarakat.
Apel gabungan tersebut diikuti oleh Wakil Bupati, pimpinan OPD Kabupaten Takalar, camat, hingga ASN lingkup Pemkab Takalar. Kehadiran seluruh elemen birokrasi menunjukkan dukungan nyata terhadap komitmen bersama membangun pemerintahan yang bersih dan bebas pungli.





Komentar