Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Sulsel

Daftar Tunggu Haji di Bantaeng Capai 47 Tahun, Wacana Pemangkasan Kuota Indonesia Picu Kekhawatiran

Potret Haji

Bantaeng – Kabupaten Bantaeng kembali menjadi sorotan sebagai daerah dengan daftar tunggu haji terlama di Indonesia. Berdasarkan data resmi dari laman haji.go.id per Kamis (12/6), calon jemaah asal Bantaeng harus menunggu hingga 47 tahun untuk bisa menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Jumlah pendaftar haji dari daerah ini mencapai 8.175 orang, dengan 209 di antaranya merupakan calon jemaah lunas tunda—yaitu mereka yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) namun belum diberangkatkan. Sementara menurut data dari Kantor Kemenag Bantaeng, total daftar tunggu bahkan mencapai 8.377 orang.

Situasi ini kian memprihatinkan setelah muncul wacana dari otoritas Arab Saudi untuk memangkas kuota haji Indonesia sebesar 50 persen pada 2026. Hal ini disebut sebagai respons terhadap berbagai masalah dalam pengelolaan haji tahun 2025, termasuk sejumlah insiden meninggalnya jemaah saat dalam perjalanan.

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

“Ada yang meninggal bahkan saat masih di pesawat. ‘Why do you bring people to death here?’ Itu ucapan langsung dari mereka,” ungkap Kepala BP Haji Mochamad Irfan Yusuf pada Selasa (10/6), usai rapat dengan otoritas haji Arab Saudi.

Jika pemangkasan tersebut benar-benar terjadi, maka kuota haji untuk Kabupaten Bantaeng akan berkurang dari 174 menjadi hanya 87 jamaah. Dampaknya, daftar tunggu diperkirakan bisa membengkak hingga 90 tahun, memperburuk kondisi yang sudah sangat berat bagi para pendaftar.

Menanggapi hal ini, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bantaeng, Muhammad Ahmad Jailani, berharap pemerintah pusat dapat memperjuangkan tambahan kuota, bukan justru pemangkasan. “Semoga Bantaeng sebagai daerah dengan daftar tunggu terlama jadi perhatian khusus. Harapannya, kuota ditambah,” ujar Jailani, Kamis (12/6).

Tiga Pemuda di Parepare Bobol Mobil, Gasak 45 Senjata Mainan Senilai Rp15 Juta

Ia juga menekankan bahwa antusiasme warga Bantaeng untuk menunaikan rukun Islam kelima sangat tinggi, dan seharusnya diimbangi dengan peluang yang adil. “Kita sebagai pihak yang membantu jamaah menunaikan rukun Islam kelima harus memberi kesempatan merealisasikan niatnya itu,” tambahnya.

Meski demikian, Jailani menyampaikan bahwa pelayanan haji pada tahun ini dinilai sangat baik oleh jemaah asal Bantaeng, baik saat di Tanah Air maupun di Tanah Suci. Ia berharap kualitas pelayanan ini terus dipertahankan dan disertai kebijakan yang berpihak kepada daerah-daerah dengan daftar tunggu terpanjang. <spl>

RDP DPRD Gowa Berujung Somasi Media, Mekanisme Rapat dan Kebebasan Pers Dipertanyakan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *