Pinrang — Menghadapi ancanaman musim kemarau panjang yang diperkirakan memuncak pada Agustus, Pemerintah Kabupaten Pinrang mengambil langkah antisipatif. Bupati Pinrang, Irwan Hamid, bersama jajaran DPRD, melakukan kunjungan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, pada Senin (16/6).
Kunjungan ini bertujuan memperkuat koordinasi pengelolaan sumber daya air, khususnya irigasi pertanian yang menjadi penopang utama ketahanan pangan daerah.”Koordinasi ini adalah tindak lanjut dari arahan Menteri Pertanian. Kita harus bertindak cepat agar air tetap mengalir ke sawah. Petani harus dilindungi,” ujar Irwan Hamid.
Menurutnya, BBWS memiliki peran vital dalam menjaga sistem irigasi yang menentukan kelancaran musim tanam di Pinrang. Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Suryadarma Hasyim, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menegaskan pihaknya siap mendukung langkah strategis pemerintah daerah. “Kami terus berkoordinasi. Upaya ini juga sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2024 tentang penguatan infrastruktur pertanian,” kata Suryadarma.
Hal senada disampaikan Gunawan Suntoro, Kepala Bidang PJPA BBWS. Ia menyebut BBWS telah merehabilitasi jaringan irigasi di sejumlah titik, termasuk saluran induk Pekkabata, Langnga, dan Jampue, yang merupakan bagian dari Daerah Irigasi Saddang.
Sinergi ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi. <spl>





Komentar