Palopo – Aliansi Barisan dari Rakyat (Badar) menggelar demo DPRD di Palopo pada Senin (1/9/2025). Seruan aksi cepat menyebar di media sosial, sehingga masyarakat langsung memberikan perhatian besar.
Mahasiswa serta masyarakat sipil dari berbagai elemen ikut turun ke jalan. Mereka menolak rencana kenaikan gaji anggota DPR dan menuntut keadilan atas kematian tragis pengemudi ojek online, Affan Kurniawan. Selain itu, mereka juga menegaskan sikap tegas terhadap kebijakan yang merugikan rakyat kecil.
Massa menyuarakan tuntutan dengan harapan pemerintah segera mendengar suara rakyat. Oleh karena itu, mereka mengajak semua pihak untuk tidak mengabaikan aspirasi masyarakat.
Kapolres Palopo, AKBP Dedi Surya Dharma, meminta demonstran menjaga aksi tetap damai. “Mari sama-sama menjaga Palopo agar tetap aman dan kondusif,” ujarnya, Senin (1/9/2025). Ia menegaskan bahwa Polri mengawal aksi tanpa tendensi apa pun. Lebih jauh, Dedi menegaskan komitmennya untuk bersikap profesional.
Selain itu, Dedi juga menyatakan kesiapannya berdialog dengan para demonstran. “Korlap menyampaikan rencana demo di DPRD. Kalaupun mereka datang ke Polres, kami tetap menerima aspirasi,” tegasnya. Oleh sebab itu, ia mengerahkan 365 personel untuk menjaga keamanan di sekitar lokasi aksi.
Kemudian, pada Minggu (31/8/2025) malam, personel gabungan Polres Palopo dan Kodim 1403 Palopo menggelar patroli di sejumlah titik strategis kota. Dengan demikian, mereka memastikan kondisi tetap terkendali menjelang unjuk rasa.
Komandan Kodim 1403 Palopo, Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro, juga mengajak massa menyampaikan aspirasi dengan tulus. “Kalau aspirasi datang dari hati yang tulus, aksi pasti berjalan aman,” katanya. Meskipun begitu, ia menekankan bahwa masyarakat Palopo tetap membutuhkan ketenangan karena hari Senin merupakan hari kerja.
Akhirnya, Polri dan TNI berdiri di garda depan untuk menjaga keamanan. Dengan pengamanan tersebut, demo DPRD di Palopo diharapkan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.





Komentar