Bantaeng – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bantaeng menggelar kegiatan Fasilitasi Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu bertajuk Evaluasi Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu dan Pemilihan. Acara berlangsung di lantai empat Hotel Kirei Bantaeng, Selasa (26/8/2025), dengan menghadirkan tokoh nasional maupun daerah yang memberikan pandangan kritis untuk memperkuat demokrasi.
Kegiatan bermula dengan persembahan tari dari Sanggar Seni Kalimbaung, laporan panitia oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Bantaeng, dan sambutan dari Ketua Bawaslu Bantaeng, Ningsih Purwanti. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kolaborasi kelembagaan menjadi kunci keberhasilan pengawasan. “Kemitraan dan inovasi pengawasan adalah bekal kita untuk menghadapi tantangan pemilu mendatang,” ucap Ningsih.
Masukan Kritis untuk Evaluasi
Pimpinan Bawaslu Provinsi Sulsel secara resmi membuka acara dan menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi tentang pemisahan pemilu lokal dan nasional. Ia mendorong forum ini menghasilkan masukan yang bisa terus ke Komisi II DPR RI.
Sejumlah tokoh kemudian menyampaikan pandangan. Aflina Mustafainah, Ketua Yayasan Pemerhati Masalah Perempuan Sulsel, mengingatkan tentang bahaya politik uang. “Money politics merusak sendi demokrasi, sehingga strategi kelembagaan harus lebih tegas menolak praktik itu,” ujarnya.
Mantan Ketua KPU Sulsel 2018–2023, Faisal Amir, menyoroti pentingnya integritas penyelenggara. “Kemandirian dan kejujuran penyelenggara pemilu menentukan kualitas demokrasi, karena sistem peradilan yang adil belum sepenuhnya berjalan,” katanya.
Tokoh masyarakat Sulhan Yusuf berharap ruang kelembagaan Bawaslu tetap kuat. “Meski sistem demokrasi kita punya keterbatasan, Bawaslu harus tetap di beri ruang untuk tumbuh,” jelasnya.
Sementara itu, Andi Sultan dari PKB menekankan pentingnya peran partai politik. “Parpol bukan hanya mesin politik, tetapi pilar demokrasi dan penyambung aspirasi rakyat,” ungkapnya.
Kegiatan yang diprakarsai Komisi II DPR RI itu ditutup dengan diskusi interaktif. Seluruh peserta sepakat bahwa pengawasan pemilu di Bantaeng perlu ditingkatkan agar pesta demokrasi mendatang berlangsung lebih transparan, akuntabel, serta berintegritas.





Komentar