Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Politik Sulsel

Faidah Gagal Dilantik Jadi Sekwan, Ketua DPRD Bungkam Restu

Foto Plt Sekwan DPRD Bone Faidah

BoneFaidah Faidah batal menjabat sebagai Sekretaris DPRD (Sekwan) Bone pada Rabu, (16/7/2025). Padahal, ia sudah lolos seleksi jabatan tinggi pratama dan mendapat dukungan dari delapan fraksi serta tiga wakil ketua DPRD. Namun, Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, menolak memberikan restu sehingga pelantikan Faidah terhenti di ujung proses.

Aula Lateya Riduni di kompleks rumah jabatan Bupati Bone tetap menjadi lokasi pelantikan. Lima pejabat eselon II tetap hadir dan mengikuti prosesi. Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, memimpin langsung pelantikan dan menetapkan Edy Saputra Syam sebagai Kepala BKPSDM, Hasnawati Ramli sebagai Kepala Dinas PPA, Andi Muchlis sebagai Kepala Disnaker, Andi Aswat sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, serta Andi Syamsul Musrya sebagai Kepala Bappelitbangda.

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

Edy Saputra Syam, Kepala BKPSDM Bone, menjelaskan bahwa jabatan Sekwan mengikuti mekanisme berbeda karena posisinya bersentuhan langsung dengan lembaga legislatif. “Pelantikan Sekwan bisa berjalan jika Ketua DPRD sudah menyetujui,” jelasnya.

Ketua DPRD Nilai Faidah Tak Bangun Komunikasi

Ketua DPRD, Andi Tenri Walinonong, membeberkan alasannya menolak pelantikan Faidah. Ia menilai Faidah tidak pernah berusaha membangun komunikasi dengannya sejak awal proses seleksi. “Faidah tidak pernah menghadap atau berbicara dengan saya. Sejak awal, tidak ada komunikasi antara kami,” ungkapnya. Ia menyayangkan sikap Faidah yang hanya menjalin komunikasi dengan pimpinan fraksi namun mengabaikan peran Ketua DPRD.

Andi Tenri mengaku sudah membuka ruang bagi Faidah untuk bertemu langsung sebelum pelantikan. Namun, Faidah tidak datang. “Saya hanya ingin bertanya langsung, mengapa tidak pernah menjalin komunikasi, padahal Sekwan bertanggung jawab kepada saya sebagai pimpinan,” tegasnya.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

Faidah memberikan penjelasan berbeda. Ia mengaku telah menghubungi Ketua DPRD lewat pesan WhatsApp. “Saya bertanya, ‘di mana saya bisa bertemu?’ tapi sampai sekarang tidak ada balasan,” ujarnya. Ia juga sempat meminta bantuan salah satu wakil ketua DPRD untuk menjembatani komunikasi, namun tetap gagal bertemu.

Menurut Faidah, salah satu pimpinan DPRD menyampaikan bahwa Ketua DPRD menginginkan perlakuan khusus. “Pak Wakil Ketua bilang, Bu Ketua ingin diperlakukan secara istimewa. Saya tidak tahu maksudnya, tapi saya menyanggupi,” ucapnya.

Kinerja Profesional Jadi Pembelaan Faidah

Selama menjabat sebagai Plt Sekwan, Faidah mengklaim tetap bekerja secara profesional dan tidak pernah berselisih secara pribadi dengan Ketua DPRD. “Saya pernah menelepon beliau, tapi panggilan saya ditolak. Sampai hari ini saya masih tidak tahu apa masalah beliau dengan saya,” jelasnya.

Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Raih Juara 1 Favorit Poster Nasional Business Plan Competition

Sementara itu, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, kembali menegaskan bahwa pelantikan Sekwan harus mendapat persetujuan dari Ketua DPRD. “Itu bagian dari mekanisme yang harus ditempuh, termasuk rekomendasi fraksi dan ketua DPRD,” katanya.

Kepada lima pejabat yang baru dilantik, Bupati memberi instruksi tegas agar mereka langsung bekerja secara maksimal. “Laksanakan tugas sesuai fungsi. Jika tidak ada perkembangan, saya akan ganti,” tegasnya.

Ia menutup arahannya dengan pesan kepada seluruh pejabat agar mengelola anggaran secara efisien dan merancang program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. “Saya tidak ingin ada program asal bapak senang. Semua harus bekerja sebagai tim, bukan jadi pahlawan tunggal,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *